Biak Numfor, Kota Peraih Adipura 7 Kali, Perluas TPA Aibyouki Empat Hektare demi Lingkungan Bersih
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menambah empat hektare lahan untuk perluasan TPA Aibyouki, langkah strategis menjaga predikat kota terbersih dan mengatasi persoalan sampah.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengambil langkah progresif dengan merencanakan penambahan lahan seluas empat hektare untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aibyouki. Perluasan ini disepakati bersama warga pemilik lahan yang lokasinya berdekatan dengan TPA eksisting. Langkah awal pembayaran telah dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman.
Penambahan lahan ini bertujuan untuk mengatasi persoalan persampahan yang semakin kompleks di wilayah tersebut. Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy CR Kapissa, menegaskan bahwa perluasan ini krusial agar sampah tidak dibuang di luar zona aktif. Hal ini juga untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan sekitar TPA.
Selain perluasan lahan, revitalisasi TPA juga akan dilakukan dengan menerapkan teknologi sanitary landfill. Sistem ini dirancang untuk pembuangan dan penimbunan sampah dengan lapisan kedap air. Upaya ini mendukung Biak Numfor sebagai kota kecil terbersih di Indonesia yang telah meraih Adipura tujuh kali berturut-turut.
Langkah Strategis Pemkab Biak Numfor dalam Pengelolaan Sampah
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy CR Kapissa, mengonfirmasi bahwa kesepakatan penambahan lahan seluas empat hektare telah dicapai dengan warga pemilik. Lokasi lahan baru ini strategis karena bersebelahan langsung dengan area TPA Aibyouki yang sudah ada saat ini. Proses pembayaran tahap awal untuk lahan tersebut telah dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dispertakim) setempat.
Penambahan lahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk memastikan pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kapissa menekankan pentingnya langkah ini agar penanganan sampah tidak lagi dilakukan di luar areal zona aktif TPA. Tujuannya adalah untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Dengan perluasan ini, pemerintah daerah berencana untuk segera melanjutkan dengan pembangunan atau revitalisasi fasilitas TPA. Ini adalah komitmen serius dalam menjaga kebersihan kota dan kesehatan masyarakat. Perluasan TPA Aibyouki menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.
Revitalisasi TPA Aibyouki dengan Teknologi Sanitary Landfill
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Biak Numfor, Iwan Ismulyanto, menjelaskan bahwa peningkatan layanan sistem TPA adalah langkah awal yang krusial. Revitalisasi TPA Aibyouki akan mengadopsi teknologi sanitary landfill yang modern. Teknologi ini melibatkan pembuangan dan penimbunan sampah di area yang dirancang khusus.
Sistem sanitary landfill dilengkapi dengan lapisan kedap air yang berfungsi mencegah pencemaran lingkungan. Ini adalah metode pengelolaan sampah yang lebih aman dan berkelanjutan dibandingkan metode konvensional. Secara bertahap, revitalisasi ini akan memungkinkan TPA menampung dan mengelola limbah sampah dengan lebih baik.
Ismulyanto juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Warga diharapkan diberikan pelatihan untuk mengolah limbah sampah menjadi kompos tanaman. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi volume sampah rumah tangga.
Pengelolaan TPA ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa TPA berfungsi untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman. Ini menunjukkan komitmen Biak Numfor terhadap regulasi lingkungan yang berlaku.
Biak Numfor: Kota Kecil Terbersih Peraih Adipura Tujuh Kali Berturut-turut
Kabupaten Biak Numfor telah membuktikan komitmennya terhadap kebersihan lingkungan dengan meraih penghargaan Adipura. Kota kecil ini berhasil menyabet Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut. Prestasi gemilang ini diraih sejak tahun 2016 hingga 2024, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan. Perluasan dan revitalisasi TPA Aibyouki menjadi salah satu indikator keseriusan tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa Biak Numfor tidak hanya berpuas diri dengan penghargaan yang telah diraih.
Upaya pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari penambahan lahan hingga penerapan teknologi modern, menjadi kunci utama. Hal ini memastikan bahwa predikat kota terbersih dapat terus dipertahankan. Biak Numfor terus berupaya menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Sumber: AntaraNews