Bertemu Presiden Jokowi, Tokoh Papua Minta Pemekaran Hingga Bangun Istana

Selasa, 10 September 2019 12:18 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Bertemu Presiden Jokowi, Tokoh Papua Minta Pemekaran Hingga Bangun Istana Pertemuan Jokowi dengan Warga Papua di Istana. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan 61 tokoh dan mahasiswa Papua di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (10/9). Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Polhukam Wiranto hingga Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Budi Gunawan dalam pertemuan itu.

Pertemuan terlihat di balut kesenian budaya Bumi Cendrawasih. Para tokoh adat serta mahasiswa hingga para menteri hadir dalam pertemuan itu nampak mengenakan hiasan rumbai kepala.

Dalam pertemuan tersebut, Abisai Rollo perwakilan adat Papua meminta beberapa hal kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Mulai dari meminta untuk pemekaran di 5 provinsi di Papua dan Papua adat hingga membangun istana kepresidenan di Bumi Cendrawasih.

"Pertama, minta untuk adanya pemekaran 5 wilayah di provinsi papua dan papua barat. Kedua, pembentukan badan nasional urusan tanah Papua. Dan ketiga, penempatan pejabat eselon 1 dan eselon 2 di kementerian dan TPMK," kata Abisai di hadapan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).

Kemudian mereka juga untuk pemerintah membentuk asrama nusantara di seluruh kota. Dan menjamin mahasiswa di Papua.

Tidak hanya itu, mereka juga mengusulkan agar merevisi Undang-undang Konsus dalam prolegnas di 2020. Lalu mereka meminta agar pemerintah menerbitkan inpres untuk pengangkatan ASN di tanah Papua.

"Selanjutnya percepatan palapa ring timur Papua. Dan bapak presiden mengesahkan lembaga adat dan anak Papua," kata Abisai.

Terakhir mereka juga meminta agar Jokowi membangun istana di Bumi Cendrawasih. Tidak hanya di Kalimantan, kata dia, masyarakat Papua meminta Jokowi berkantor di sana.

"Membangun istana presiden RI di Papua di Ibu Kota Provinsi Papua, Jayapura. Sehingga perjalanan dan berkantor di Papua. Dengan kebijakan beristana di Kalimantan tapi juga di Papua," ungkap Abisai. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini