Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu menteri muda Inggris, Ridwan Kamil bahas kerja sama bidang transportasi

Bertemu menteri muda Inggris, Ridwan Kamil bahas kerja sama bidang transportasi Ridwan Kamil dan Mark Field. ©2018 Merdeka.com/Radeva

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang jajaki kerja sama dengan Inggris dalam bidang transportasi. Diharapkan dia, lima sampai sepuluh tahun ke depan, kerja sama antara keduanya bisa meluas ke sektor lainnya.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2018-2023, Ridwan Kamil, saat bertemu Menteri Muda Inggris Urusan Asia-Pasifik, Mark Field, di Green Garden Restaurant, Kebun Raya Bogor, Rabu (15/8).

Dalam pertemuan itu, baik Ridwan maupun Mark terlihat serius membicarakan soal kerja sama tersebut.

Usai berdialog, Emil, sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa poin penting dari hasil diskusinya dengan Mark. Salah satunya investasi di bidang transportasi.

"Tadi, saya menyampaikan beberapa hal soal potensi di Jabar, khususnya di bidang transportasi. Kita harapkan, dalam 5-10 tahun kerja sama akan lebih banyak. Dan saya akan komit untuk memberikan ruang-ruang dialog kebudayaan," ucap Emil.

Untuk mengawali kerjasama itu, sambung Emil, kedua belah pihak sepakat membuka pendidikan pelatihan bahasa Inggris untuk sekolah, institusi, dan para ulama. Termasuk, kata Emil, program feature leader.

Lewat program ini, pemimpin-pemimpin muda Indonesia berkesempatan diundang ke Inggris untuk belajar. Diharapkan, dengan kerjasama itu, hubungan bilateral dan kesepahaman antar-budaya bisa lebih baik.

"Citra Inggris sangat positif sebagai negara yang mempunyai kekuatan ekonomi dan kemajuan teknologinya. Inggris juga negara yang menjunjung keberagaman. Semoga kerja sama ini dapat membawa hubungan baik ke depannya," sebut Emil.

Sementara itu, Menteri Muda Inggris Urusan Asia-Pasifik, Mark Field, menilai, sebagai negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi cepat, Indonesia tetap menjadi mitra utama bagi Inggris.

Kunjungan Mark ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, memang membawa sejumlah misi paska Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Hubungan bilateral, pembahasan isu regional dan global yang lebih luas, menjadi pembahasan penting yang akan disampaikannya.

"Kunjungan saya memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi cara-cara untuk memperkuat kerjasama kami dalam pendidikan, keamanan, dan untuk membahas isu-isu global lainnya termasuk hubungan Inggris-ASEAN pasca Brexit," tutur dia.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP