Bertemu Hamzah Haz, Sekjen PDIP berikan titipan gudeg dari Megawati

Sabtu, 5 Agustus 2017 15:13 Reporter : Yolanda Permata
Bertemu Hamzah Haz, Sekjen PDIP berikan titipan gudeg dari Megawati Hasto Kristiyanto. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto beserta rombongan datang berkunjung ke Kediaman Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/8). Hasto dan kader PDIP lainnya itu membawa titipan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pada pertemuan ini, Hasto yang ditemani Falah Amru, Norman Tanjung, dan Saedi ditugaskan untuk membangun silaturahmi sekaligus mengantarkan titipan berupa buku Megawati berjudul 'Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat' serta 'Megawati dalam Catatan Wartawan Bukan Media Darling Biasa'. Tak hanya itu, presiden kelima Indonesia itu juga menitipkan makanan ke Hasto untuk diserahkan ke Hamzah Haz.

"Saya ditugaskan oleh ibu Mega untuk menyampaikan oleh-oleh untuk Pak Hamzah berupa ayam goreng dan gudeg untuk disampaikan kepada beliau (Hamzah Haz)" kata Hasto seusai pertemuan di kediaman Hamzah Haz di Patra XV Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/8).

Dalam pertemuan, Hasto menjelaskan Hamzah Haz sempat menceritakan pengalaman mendampingi Megawati dalam pemerintahan. Hamzah Haz pernah menjadi wakil presiden mendampingi Megawati sebagai presiden kelima pada tahun 2001 sampai 2004. Dia menjelaskan Hamzah HAz bercerita soal pengalaman apabila tengah mengambil keputusan bersama Megawati.

"Ketika mengambil keputusan Pak Hamzah memegang tangan ibu mega pada saat beliau ingin menyampaikan pendapat itu merupakan kode maka pengambilan keputusan ituu ditunda sambil mendengarkan pendapat dr Pak Hamzah," katanya.

Selain itu, dalam pertemuan, Hasto menjelaskan bahwa partainya berharap agar Hamzah Haz tetap berkontribusi bagi negara, yaitu dengan cara menyumbangkan pengalamannya bagi generasi muda.

"Kami juga menyampaikan kepada pak Hamzah jika beliau berkenan. Bahwa seluruh pengalaman dalam kepemimpinan yang tidak mudah menghadapi krisis multidimensional saat itu, dapat dituliskan sebagai pembelajaran penting bagi generasi yang akan datang," pungkasnya. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini