Berikat kepala merah putih, pengungsi Syiah dan imigran upacara HUT RI
Merdeka.com - Warga pengungsi Syiah dan imigran dari berbagai negara yang menempati rumah susun (Rusun) Puspa Agro, Sidoarjo kompak melaksanakan upacara peringatan HUT RI ke-72 yang digelar halaman setempat, Kamis (17/8).
Upacara yang digelar tepat pukul 06.00 WIB itu merupakan kali pertamanya dilaksanakan dan diikuti sekitar 300 pengungsi yang menempati lahan di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.
Pantauan di lokasi, peserta upacara yang juga diikuti putra putri pengungsi Syiah Sampang, Madura itu terlihat antusias, termasuk para Forkopimka Taman dan jajaran Polresta Sidoarjo yang juga menjadi peserta.
Para peserta upacara dari pengungsi itu mengenakan ikat warna merah putih. Ikat itu lalu diikatkan di kepala, hingga pelaksanaan upacara selesai ikat tersebut tidak dilepas.
Petugas upacara oleh warga pengungsi Syiah, mulai dari komandan upacara, Paskibra hingga pembaca Undang-undang. Hanya saja, inspektur upacara langsung dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji.
"Ini upacara HUT Kemerdekaan ke-72 ini merupakan pertama kali dilaksanakan di sini. Tujuan kami untuk membangkitkan kembali jiwa nasionalisme bagi pengungsi Syiah dan menghargai dan menghormati antarnegara bagi imigran," ujar perwira tiga melati di pundak itu usai melaksanakan upacara.
Pelaksanaan upacara itu membuat kesan tersendiri bagi para imigran. "Ini sangat bagus, baru pertama kali ini. Indonesia hebat, Indonesia merdeka," kata Ali Muhammad, imigran asal Afganistan yang sudah 3 tahun di tempat itu.
Ratusan imigran dan pengungsi Syiah usai melaksanakan upacara sempat berkumpul bersama di halaman untuk berfoto bersama dengan Kapolresta Sidoarjo. Bahkan mereka juga meneriakkan kata merdeka sambil mengacungkan tangan. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya