Bentrok Polisi dan Pengawal Rizieq, Masyarakat Diminta Menahan Diri

Senin, 7 Desember 2020 18:32 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Bentrok Polisi dan Pengawal Rizieq, Masyarakat Diminta Menahan Diri Abdul Muthi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu'ti meminta agar masyarakat menahan diri terkait kejadian bentrok polisi dan pengawal pimpinan FPI Rizieq Syihab. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Masyarakat sebaiknya menahan diri dengan tidak melakukan aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan terjadinya kekerasan dan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Abdul Mu'ti kepada merdeka.com, Senin (7/12).

Abdul Mu'ti juga prihatin dan menyayangkan terkait kejadian tersebut. Saat ini dia menuturkan baru mendengar penjelasan dari pihak kepolisian.

"Saya sangat prihatin dan menyayangkan terjadinya insiden kekerasan yang melibatkan polisi dan pendukung HRS. Selama ini laporan yang ada baru dari pihak kepolisian. Untuk memastikan polisi tidak melakukan pelanggaran diperlukan penyelidikan oleh pihak berwenang," kata Mu'ti.

Sebelumnya Anggota Polda Metro Jaya diserang di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) dini hari, yang diduga dilakukan oleh simpatisan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Enam orang dari pihak laskar pun tewas saat baku tembak. Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

"Bahwa akan ada pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya. Terkait itu kami kemudian melakukan penyelidikan kebenaran info itu," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (7/12).

Fadil menerangkan, kepolisian bertemu dengan salah satu kendaraan di ruas jalan tol. Ketika anggota Polda Metro Jaya membuntuti. Mobil itu memepet dan melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam.

Kepolisian pun melepaskan tembakan. Enam orang meninggal dunia lokasi kejadian. Sementara empat orang lainnya kabur.

"Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tegas dan terukur, sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang ada enam orang yang meninggal dunia," tandas dia. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini