Belajar Mengajar Tatap Muka di Sumut Masih Dilarang
Merdeka.com - Penularan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) masih tergolong tinggi. Sekolah-sekolah di daerah ini diingatkan untuk tidak melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka.
"Pendidikan salah satu kebutuhan penting a nak, tetapi sekolah saat ini salah satu tempat yang berpotensi menyebarkan Covid-19. Banyak yang harus disiapkan untuk membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah. Belum waktunya kegiatan belajar mengajar di sekolah dilaksanakan saat ini," tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan di Media Center GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (21/7).
Sementara sarana pendidikan agama, seperti pesantren atau seminari berasrama, yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka wajib menerapkan protokol kesehatan. Ini harus dilakukan di sarana pendidikan maupun di asrama demi mencegah penyebaran Covid-19.
Whiko juga memaparkan, GTPP Covid-19 Sumut telah menguji 17.950 spesimen sejak pandemi Covid-19 merebak. Namun, Whiko menjelaskan seseorang yang terpapar Covid-19 bisa menjalani tes swab 1 hingga 6 kali selama berstatus suspek atau konfirmasi.
Menurutnya, warga Sumut patut bersyukur Sumut karena telah memiliki banyak laboratorium PCR untuk memproses spesimen swab yang diambil dari suspek atau penderita Covid-19. "Semakin cepat kita lakukan proses pemeriksaan dan semakin besar kapasitas swab PCR, penderita Covid-19 akan cepat terdeteksi dan dapat segera dilakukan isolasi, baik mandiri maupun rawat inap, sehingga penyebaran bisa terputus," tegas Whiko.
Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat, instansi serta pelaku usaha yang dengan disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan. Perekonomian diyakini akan pulih bila penyebaran Covid-19 terhenti dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin.
Sementara hingga Selasa (21/7) kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumut bertambah 42 menjadi 2.994 orang. Suspek meningkat 21 menjadi 350 orang. Sementara pasien yang meninggal dunia bertambah 4 menjadi total 154 orang.
Namun, tingkat kesembuhan juga cukup tinggi, bertambah 30 menjadi 798 orang. Karena itu, GTPP Covid-19 Sumut menegaskan masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan melarang sekolah tatap muka.
Whiko juga menyampaikan pesan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, bahwa warga harus tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum selesai, namun kegiatan harus tetap berjalan. Masyarakat diminta senantiasa menerapkan adaptasi kebiasaan baru. "Tetap menggunakan masker pelindung hidung dan mulut, menjaga jarak interaksi 1-2 meter, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan orang," imbaunya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya