Belajar dari Singapura, Epidemiolog Dorong Peningkatan Vaksinasi hingga 90 Persen
Merdeka.com - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman berpandangan bahwa upaya vaksinasi harus terus digenjot sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19. Menurut dia, capaian vaksinasi harur terus digenjot bahkan hingga level 90 persen.
Hal ini bertolak dari pengalaman Singapura. Negara tersebut, lanjut dia, tetap mengalami lonjakan kasus Covid-19. Padahal vaksinasi sudah menyentuh angka 80 persen.
"Untuk saat ini tidak cukup. 85 persen tampaknya tidak cukup. Harus lebih dari itu. Karena fakta yang Singapura 82 persen juga tetap terjadi lonjakan. Menurut saya di atas 85 persen lah. Antara 85 dan 90-an persen," kata dia, kepada merdeka.com, Sabtu (2/10).
Peningkatan kinerja vaksinasi tersebut, kemudian dikombinasikan dengan upaya-upaya lain misalnya memperkuat testing dan tracing. Dengan demikian, penemuan kasus dan penanganannya dapat berjalan lebih cepat.
"Karena vaksin ini belum ada yang benar-benar bisa mencegah penularan. Orang yang sudah divaksin juga sebagian ada yang terinfeksi," terang dia.
Selain itu, dari sisi perilaku masyarakat juga perlu ada perubahan. Diharapkan kesadaran menjalankan protokol kesehatan oleh masyarakat juga terus meningkat.
"Kombinasi semua ini membuat status keseriusan dari penyakit ini semakin menurun. Karena orang sudah tidak banyak lagi yang fatal tidak banyak lagi yang harus ke ICU. Karena banyak yang sudah divaksin. Itu lah masa transisi. Ini yang harus kita kejar," tandasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya