Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beda dengan Kompol Fahrul, Anggota Bhabinkamtibmas di NTT Rela Tunda Pernikahan

Beda dengan Kompol Fahrul, Anggota Bhabinkamtibmas di NTT Rela Tunda Pernikahan Brigadir Marsel BW Henuk Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rote Barat Daya NTT. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rote Barat Daya, Polres Rote Ndao, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigadir Marsel BW Henuk ikhlas menunda acara pernikahannya yang rencananya digelar 24 Maret 2020.

Marsel rela menunda acara tersebut agar tidak menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi virus covid-19, yang saat itu sudah mewabah.

"Seharusnya (saya) menikah tanggal 24 Maret 2020. Namun, saya menunda pernikahan saya atas saran dari Kapolres selaku pimpinan saya," kata Brigadir Marsel melalui siaran pers, Minggu.

Marsel sengaja membatalkan acara pernikahannya demi keselamatan dirinya dan keluarganya.

"Ini juga merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat, Presiden Joko Widodo, yaitu physical distancing," katanya.

Menanggapi keputusan Brigadir Marsel tersebut, Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang H Wibowo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajarannya tersebut.

"Mengingat situasi saat ini sedang mewabah virus corona, tentunya apa yang dilaksanakan oleh Brigadir Marsel sangat saya apresiasi. Saya juga mengimbau kepada anggota yang lain agar meniru apa yang dilakukan Brigadir Marsel," kata Bambang.

Dia menilai tindakan Brigadir Marsel sebagai bentuk pengorbanan kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar sehingga penyebaran virus covid-19 tidak semakin meluas.

"Sekaligus saya imbau, yang kita lakukan saat ini merupakan bentuk nyata bahwa polisi juga melakukan apa yang diperintahkan dan menjadi kebijakan Pemerintah Pusat," tuturnya.

Sebelumnya publik dihebohkan dengan kabar pernikahan mewah Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana yang dilaksanakan di sebuah hotel mewah di Jakarta pada 21 Maret 2020.

Pesta tersebut menjadi viral di media sosial karena dilaksanakan saat Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sudah mengeluarkan maklumat untuk tidak menyelenggarakan pertemuan yang dapat menyebabkan kerumunan massa.

Fahrul pun akhirnya dicopot dari jabatannya lantaran melanggar Maklumat Kapolri tersebut dan dimutasi ke Polda Metro Jaya sebagai Analis Kebijakan.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP