Beasiswa S2 menarik guru Madin untuk menangkan Gus Ipul-Puti
Merdeka.com - Guru Madrasah Diniyah (Madin) Jawa Timur komitmen untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Guru Madin ini merasa dihargai karena mendapatkan perhatian khusus dengan meningkatkan jenjang pendidikan dari S1 menjadi S2 secara gratis.
"Saya sudah dipanggil Gus Ipul (Saifullah Yusuf) untuk meminta data guru Madin yang sudah S1. Mereka akan disekolahkan ke S2 nantinya," kata Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) Jawa Timur, Satuham Akbar kepada Merdeka.com, Sabtu (7/4).
Satuham mengatakan, dalam pertemuan yang dilakukan kemarin, Gus Ipul secara serius ingin meningkatkan kualitas guru madrasah. Salah satu cara yang dilakukan adalah menyekolahkan dari S1 ke S2. Keputusan tersebut membuat guru-guru Madin semakin semangat untuk membela Gus Ipul, apalagi Gus Ipul merupakan Pembina FKDT sebelum mencalonkan sebagai Gubernur Jatim.
Secara terperinci, ujar dia, Gus Ipul sudah meminta data-data jumlah guru Madin yang sudah S1. Karena data valid belum diperoleh, Satuham mengaku Senin mendatang akan meminta keterangan Kopertis untuk meminta data-data terkait jenjang sekolah guru Madin yang sudah ada.
"Senin nanti saya mau ke Kopertis untuk melihat jumlah guru Madin yang sudah S1 dan S2. Yang S1 akan di sekolahkan kembali ke jenjang yang lebih tinggi," ungkapnya.
Hal ini dilakukan supaya kualitas guru Madin meningkat. Selama ini guru Madin terkesan masih kurang diperhatikan. Pemerintah seolah-olah menganaktirikan guru Madin. Padahal guru Madin merupakan tulang punggung untuk mencetak generasi-generasi yang memiliki karakter agama.
Saat ini, setelah Gus Ipul mendampingi Gubernur Soekarno banyak kebijakan Pemprov Jatim yang bisa dirasakan. Dibandingkan kebijakan pimpinan Provinsi yang lalu (sebelum Pakde Karwo-Gus Ipul), guru Madin tidak pernah merasakan apapun dari kebijakan pemerintah. Namun, Pakde Karwo dan Gus Ipul membuat terobosan dengan meningkatkan perhatian terhadap guru madrasah.
Program yang berpihak kepada madrasah adalah menyekolahkan 1000 guru Madin setiap tahun. Kemudian Bos Daerah (Bosda) yang diberikan Pemprov kepada Madin, insentif serta adanya Dana Operasional Pembangunan (DOP) yang dicairkan Pemprov. "Bosda untuk siswa sebesar Rp15.000/bulan. Dana ini benar-benar dinikmati siswa," ujarnya.
Saat ini pihaknya sedang berjuang supaya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemprov terus dijalankan. Untuk itu, FKDT mengharapkan supaya ada kejelasan dalam pemberian dana bantuan untuk Madin. Bahkan Gus Ipul menginginkan supaya jumlah Bosda yang diberikan enam bulan akan dinaikan secara rutin selama 12 bulan.
"Komitmen ini yang membuat guru Madin semakin senang terhadap Gus Ipul. Program Madin Plus sangat menguntungkan bagi kami," terang dia. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya