Bawaslu Serahkan Santunan Kepada Keluarga KPPS yang Meninggal & Kecelakaan

Kamis, 2 Mei 2019 19:56 Reporter : Hari Ariyanti
Bawaslu Serahkan Santunan Kepada Keluarga KPPS yang Meninggal & Kecelakaan Penyerahan santunan Bawaslu kepada pengawas Pemilu. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Bawaslu RI menyerahkan santunan kepada keluarga para pengawas Pemilu yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas pada Pemilu 2019, termasuk untuk para pengawas yang mengalami kecelakaan.

Sebanyak tujuh orang perwakilan keluarga pengawas yang meninggal dunia dan dua pengawas yang mengalami kecelakaan diberikan santunan dan piagam yang diserahkan langsung Komisioner Bawaslu, Kamis (2/5) sore. Sembilan orang ini berasal dari Jakarta dan Bekasi.

Ketua Bawaslu RI, Abhan menyampaikan, penyerahan santunan ini merupakan simbolis diwakili sembilan orang. Kepada pengawas lainnya di seluruh Indonesia akan segera disalurkan. Selain santunan yang anggarannya bersumber dari Kementerian Keuangan, Bawaslu juga mengumpulkan donasi secara internal.

"Santunan ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan, jadi anggaran ini adalah anggaran negara. Tetapi dalam pemantauan keuangan tentu harus ada dasar hukum, dan alhamdulillah sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan sehingga hari ini kami akan sampaikan santunan secara seremonial dan simbolis. Dan juga tidak bisa semuanya pada hari ini tetapi yang lain nanti akan kami sampaikan kepada keluarga langsung," jelasnya.

"Hasil donasi kami dari internal Bawaslu, dari sekretariat dan hadirin semuanya tambahan sudah terkumpul. Kami memberikan santunan sebagai tambahan dari kami," lanjutnya.

Bawaslu mencatat sampai hari ini jumlah pengawas yang meninggal dunia sebanyak 92 orang; 74 laki-laki dan 18 orang perempuan. "Kemudian kami klasifikasi dari yang meninggal 92 orang ini yang usianya di bawah 30 tahun ada sembilan orang. Kemudian usianya antara 30-40 kurang lebih 78 orang, kemudian usia 50-60 kurang lebih ada lima orang," paparnya.

Sementara itu, jumlah pengawas yang masih rawat inap di rumah sakit sebanyak 398 orang, rawat jalan 1.592, kecelakaan dalam menjalankan tugas 250 orang, yang mengalami kekerasan 20 orang, cacat tetap sebanyak 14 orang, keguguran sebanyak 14 orang, dan yang mengalami cedera 18 orang.

Santunan ini, kata Abhan, tak sebanding dengan pengorbanan para pahlawan demokrasi tersebut. Dia kemudian mengajak semua pihak yang hadir untuk mendoakan para pengawas baik yang meninggal maupun yang masih sakit.

"Semoga sahabat kita, kawan kita yang telah mendahului kita, diterima Allah SWT, dan keluarganya diberikan ketabahan dan kesabaran. Dan bagi sahabat kita jajaran pengawas Pemilu yang saat ini sakit di rumah sakit, rawat jalan, mendapatkan pengobatan dan mendapatkan kesembuhan sehingga dapat kembali seperti sediakala," harapnya.

"Sekali lagi kita harus mendoakan kepada mereka yang telah gugur. Mereka adalah pahlawan-pahlawan pejuang demokrasi yang telah mengawasi suara Indonesia, yang telah mengawasi proses Pemilu ini dengan sebaik-baiknya. Mereka telah membuktikan bahwa jiwa raganya untuk pelaksanaan Pemilu 2019," pungkasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini