Bawaslu Kumpulkan Bukti Berpindahnya Suara PPP ke Nasdem di Sleman

Sabtu, 11 Mei 2019 20:04 Reporter : Purnomo Edi
Bawaslu Kumpulkan Bukti Berpindahnya Suara PPP ke Nasdem di Sleman Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sleman dilaporkan hilang sebanyak 1.508 suara. Dari hasil penelusuran yang dilakukan saat rapat pleno terbuka KPU Sleman dengan membuka kotak suara di Kecamatan Depok diketahui 1.200 suara milik PPP berpindah ke Partai Nasdem.

Ketua DPW PPP, Amin Zakaria membenarkan, perihal berpindahnya suara PPP ke Nasdem di Kabupaten Sleman. Dia menerangkan, jika berpindahnya suara PPP ini diketahui larinya saat dilakukan pengecekan.

Dari pengecekan dengan membuka kotak suara, kata Amin, diketahui suara PPP berpindah ke Partai Nasdem. Meskipun demikian suara PPP yang sempat berpindah itu telah dikembalikan sebelum rapat pleno rekapitulasi KPU Sleman disahkan pada Kamis (9/5).

"Iya (lari ke Nasdem). Sudah dikembalikan suaranya ke kami. Karena kita minta dihitung ke kotak suara. Kemarin saya perintahkan mengajukan keberatan. Kita minta buka kotak suara. Begitu dicocokkan benar. Seperti hitungan kita ada 1508 yang hilang dan akhirnya dikembalikan ke PPP," kata Amin saat dihubungi, Sabtu, (11/5).

Dia menerangkan, hilangnya 1.508 suara ini memunculkan gugatan PPP saat rapat pleno rekapitulasi di Kabupaten Sleman. Terkait akan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai berpindahnya suara PPP, Amin menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua DPC PPP Kabupaten Sleman.

"Itu temuan Bawaslu. Saya serahkan kewenangannya (pelaporan ke Bawaslu) kepada Ketua DPC (PPP Sleman). Karena memang sudah ada alat bukti yang kuat," jelas Amin.

Terpisah, Koordinator Divisi Data Hukum dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar menyampaikan jika Bawaslu Sleman saat ini tengah mengumpul bukti-bukti berpindahnya suara PPP ke Nasdem. Bukti yang dikumpulkan nanti, lanjut Arjuna akan menentukan apakah kasus tersebut masuk ke Pidana Pemilu atau bukan.

"Kami masih terus melakukan investigasi, mengumpulkan data dan informasi awal untuk dikaji. Kami akan rapat pleno pekan depan. Kemungkinan Senin, untuk menentukan bentuk pelanggarannya. Rencananya PPP juga mau ke Bawaslu membuat laporan," tutup Arjuna saat dihubungi. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini