Bau Belerang Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Menyebar Hingga Radius 25 Km

Jumat, 13 September 2019 03:31 Reporter : Aksara Bebey
Bau Belerang Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Menyebar Hingga Radius 25 Km Erupsi Gunung Tangkuban Parahu. ©TIMUR MATAHARI / AFP

Merdeka.com - Bau belerang tercium oleh warga yang berada di kawasan Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga wilayah Cimahi dan sebagian Kota Bandung. Pemerintah masih menetapkan status gunung tersebut di level waspada.

Bau belerang itu tercium warga diduga efek dari aktivitas gunung pada Rabu (11/9) petang. Bau tersebut meluas hingga 25 km karena tiupan angin kencang mengarah ke Selatan-Baratdaya (Wilayah KBB-Cimahi-Sebagian Kota Bandung).

Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Kasbani melalui keterangan pers, Kamis (12/9), menyatakan timnya sudah mengecek dan melakukan pengukuran gas di sekitar Kawah Ratu Tangkuban Parahu setelah menerima informasi dan keluhan bau belerang dari warga.

Berdasarkan hasil pengukuran, pihaknya belum menemukan indikasi peningkatan konsentrasi gas CO2, SO2 yang signifikan. Hasil pengamatan gas dengan drager terukur konsentrasi CO2 : 0,020 vol persen dan SO2 : 4,6 ppm.

"Konsentrasi gas-gas tersebut masih relatif lebih kecil dari hasil pengukuran sebelumnya yaitu pada 1 Agustus 2019," kata dia.

Selain itu, pemantauan suhu kawah belum menunjukkan adanya peningkatan, amplitudo tremor yang terekam dominan sekitar 25 milimeter. Saat ini, status Tangkuban Parahu masih berada di Level II waspada dengan rekomendasi jarak bahaya di dalam radius 1,5 km dari kawah.

"Masyarakat yang berada di luar radius 1,5 kilometer agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa namun tetap mengikuti perkembangan aktivitas gunungapi dari PVMBG dan pemerintah daerah," jelasnya.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan memastikan tidak akan menurunkan status Gunung Tangkuban Parahu dalam waktu dekat. Semua itu karena pertimbangan aktivitas gunung yang masih tercatat beberapa kali erupsi.

"Tangkuban parahu kita tidak akan turunkan statusnya. Statusnya masih sama seperti sekarang (Waspada), kan aktivitas (gunung) masih sama dengan beberapa waktu yang lalu," kata dia usai menghadiri acara Dies Natalis Universitas Padjajaran ke-62, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini