Batu bara PLTU Celukan Bawang di Buleleng mulai ganggu warga
Merdeka.com - Karena seringnya batu bara berjatuhan di laut saat diangkut kapal tanker menuju Pelabuhan Celukan Bawang untuk kebutuhan bahan bakar PLTU, hal itu membuat air laut menjadi keruh. Hal itu pun mulai dikeluhkan warga kelompok nelayan di Kecamatan Gerogak, Buleleng di Bali.
Akibat hal ini, banyak ikan di perairan tersebut kini menghilang, sehingga pendapatan nelayan berkurang.
Ketua Kelompok Nelayan Bakti Kosgoro, Dusun Brongbong, Desa Celukan Bawang, Baidi Suparlan mengatakan, batu bara milik PLTU Celukan Bawang banyak bertumpahan ke laut dan sudah menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya saat ini air laut sudah semakin berwarna keruh.
"Kami sudah tidak ada penghasilan lagi, sejak PLTU ini mulai beroperasi 3 bulan, karena ikan-ikan pada menghilang, airnya keruh dan kotor menghitam. Selain ada Batu bara yang jatuh ke laut, debu yang dihasilkan juga cukup tinggi. Sehingga, ketika terjadi pemindahan, di sekitar tempat kami cukup kotor, terutama di wilayah pinggir pantai," ungkapnya, Kamis (3/9).
Sementara Ketua BPD Desa Celukan Bawang, Agus Adnan juga mengatakan, kondisi yang dikeluhkan warga bukan saja hanya adanya pencemaran laut, namun juga mengeluhkan pencemaran udara. Hal ini juga mengganggu warga setempat dengan kondisi debu-debu hitam yang kerap mengotori rumah warga.
"Tidak saja pencemaran laut yang dikeluhkan warga, tapi keberadaan debu akibat beroperasinya PLTU Celukan Bawang, kini sudah mulai mengganggu warga. Akibatnya, banyak warga yang mengalami sakit Ispa. Bahkan sudah ada warga yang menggunakan masker untuk aktivitas sehari-hari," kata Agus. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya