Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Batik Air Gagal Landing, Bandara APT Pranoto Percepat Pasang Lampu Indikator

Batik Air Gagal Landing, Bandara APT Pranoto Percepat Pasang Lampu Indikator Ilustrasi

Merdeka.com - Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda mempercepat pemasangan alat bantu pendaratan PAPI (Precision Approach Path Indicator) Light di sekitar runway, untuk memudahkan pesawat mendarat. Terlebih lagi, menjelang musim mudik lebaran 2019.

Insiden Batik Air PK-LAT dari Jakarta sempat gagal landing di tengah hujan deras yang mengguyur Samarinda, Rabu (15/5) sore lalu, menjadi viral. Video memperlihatkan, begitu hendak landing, Batik Air kembali terbang.

Namun demikian, setelah cuaca membaik, Batik Air akhirnya landing di Samarinda, dan terbang kembali menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ditengarai, pesawat kesulitan mendarat di tengah cuaca buruk, lantaran jarak pandang terbatas.

"Memang itu sempat ramai, karena kelengkapan runway kita belum standar. Tidak ada ILS (Instrument Landing System) maupun lampu runway. Atau minimal, alat bantu atau pandu pilot," kata Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi kepada merdeka.com, Jumat (17/5).

Meminimalisir risiko keselamatan penerbangan, terutama menjelang musim mudik Lebaran 2019, Kemenhub segera memasang alat bantu sementara berupa PAPI Light, untuk memudahkan pilot mendaratkan pesawatnya di Samarinda.

"Hari ini, peralatan PAPI Light sudah datang. Akan segera kita pasang, dan selesai sebelum lebaran. Karena pesawat akan ramai take off dan landing di musim mudik ini," ujar Dodi.

Dodi kembali menegaskan pentingnya alat bantu pendaratan sementara, untuk keselamatan penerbangan di Bandara APT Pranoto. "Sudah banyak maskapai ajukan extra flight menuju dari dari Samarinda. Untuk itu alat bantu menjadi sangat penting," tegasnya.

Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo 25 Oktober 2018, pergerakan pesawat dan penumpang terus tumbuh di Bandara APT Pranoto. Maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, NAM Air, Xpress Air, serta Susi Air, satu persatu hadir melayani penerbangan ke Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak serta Tarakan. Per harinya, pergerakan penumpang mencapai rata-rata 3.500 penumpang dari 42 penerbangan.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP