Baru rayakan ultah pernikahan, Rudi Lumbantoruan diduga jatuh bersama Lion Air
Merdeka.com - Satu lagi warga Sumut diduga turut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10) pagi. Adalah Rudi Lumbantoruan, manajer salah satu perkebunan di Bangka Belitung.
Keluarga Rudi di Sumut kini dirundung duka. Istrinya, Dewi bori Manik menangis sejadi-jadinya begitu mendapat kabar Lion Air JT610 jatuh. Suaminya berada dalam penerbangan itu. "Sudah lain perasaanku. Karena hingga sekarang tidak bisa dihubungi," kata Dewi, Senin (29/10).
Rudi dan Dewi tinggal bersama dua anaknya di Gang Saroha, Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah. Keduanya terakhir bertemu Minggu (29/10) siang, saat Rudi berangkat dari Sibolga menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Selanjutnya pria itu terbang menuju Pangkalpinang, transit di Cengkareng.
Kesedihan mendalam atas jatuhnya pesawat Lion Air JT610 juga dirasakan mertua Rudi, Ramlan Manik (60) dan Tiala Boru Manullang (62). Pasangan yang tinggal di Jalan Pelikan 7, Perumnas Mandala, ini berharap ada mukjizat dalam peristiwa ini. "Kami masih menunggu kabar menantu saya. Kami berharap ada mukjizat dari Tuhan," kata Ramlan.
Ramlan menceritakan, putrinya dan Rudi sebenarnya baru saja merayakan hari jadi ke-11 pernikahan mereka di Sibolga, Sabtu (27/10)
"Dia juga datang ke rumah memberikan bantuan untuk adik iparnya yang mau menikah. ‘Inilah dek untuk membeli sepatumu, karena abang enggak bisa datang, karena habis cutiku’," kata Ramlan menirukan ucapan Rudi.
Dalam manifest yang beredar, nama Rudi tercatat sebagai Lumbantoruan penumpang transit dari Kuala Namu. Dia duduk di bangku nomor 090.
"Dia memang transit di Jakarta, menginap satu malam di sana. Tadi pagi sempat ditelepon istrinya agar nggak ketinggalan pesawat," jelas Ramlan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya