Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Baru keluar penjara, residivis kasus narkoba di Depok kembali ditangkap polisi

Baru keluar penjara, residivis kasus narkoba di Depok kembali ditangkap polisi Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - HR (36), residivis narkoba yang belum lama keluar dari penjara kini harus berurusan dengan polisi. Perkaranya, HR kembali melakukan tindak kriminal karena kepemilikan puluhan kilogram ganja dan sabu.

Saat menjual ganja dan sabu, dia dibantu dua rekannya yaitu DD dan FS. Sedangkan YH bertugas mencari rumah kontrakan untuk markas mereka.

Dari tangan jaringan ini, polisi menyita 69 kilogram ganja dan 58 gram sabu. Jaringan ini diketahui sudah tiga kali menerima paket ganja kering dari seseorang di Aceh. Paket pertama dikirim 50 kilogram. Kedua 45 kilogram dan terakhir 165 kilogram.

Dari 165 kilogram yang dikirim, penyidik hanya berhasil mengamankan 69 kilogram saja. Karena sisanya sudah dijual oleh jaringan ini.

"Sudah dijual sebagian pada konsumen dan bandar lain. Mereka ini berjejaring dan terkoneksi," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sughiarto, Rabu (17/10).

Didik mengatakan ganja kering itu dijual ke pengedar lain di Bogor, Depok dan Bekasi. Biasanya sistemnya jemput bola. Jadi pembeli menghampiri jaringan HR di Cibinong. Namun untuk sabu, pembelinya sudah sesuai dengan perintah jaringan di atas HR.

"Ini sudah enam bulan, mereka melakukan penjualan narkoba sasarannya anak sekolah, mahasiswa dan orangnya juga ada," tukasnya.

Satu kilogram ganja dijual Rp 4 juta. Sedangkan, kata Didik, HR membeli seharga Rp 3 juta. Dari tiap kilogram, HR mendapatkan untung Rp 1 juta.

Polisi masih melakukan pengembangan lagi atas kasus ini. Ke-empat tersangka dijerat UU Narkotika Pasal 14 Subsider Pasal 112, mengenai peredaran narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

HR (36) mengatakan, setiap paket yang datang selalu diperiksa. Dia menolak paket yang timbangannya kurang dari 1 kilogram.

"Yang lebih saya ambil. Jadi ditimbang dulu sebelum saya ambil," ungkapnya.

Dia mengaku menerima paket dari temannya di Aceh. "Jadi barang datang, di taruh di lapangan dekat kontrakan nanti ada yang ambil lalu dibawa masuk ke kontrakan," tandasnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP