Bappenas: Ketahanan Air, Energi, dan Pangan Jadi Fondasi Pembangunan Jangka Panjang Indonesia

Kementerian PPN/Bappenas menegaskan ketahanan air, energi, dan pangan (WEF Nexus) menjadi dasar utama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan kemandirian bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bappenas: Ketahanan Air, Energi, dan Pangan Jadi Fondasi Pembangunan Jangka Panjang Indonesia
Kementerian PPN/Bappenas menegaskan ketahanan air, energi, dan pangan (WEF Nexus) menjadi dasar utama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan kemandirian bangsa. (AntaraNews)

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan ketahanan air, energi, dan pangan sebagai fondasi utama pembangunan Indonesia. Hal ini tertuang jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Pendekatan ini krusial untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas, Dadang Jainal Mutaqin, menjelaskan WEF Nexus sudah menjadi dasar perencanaan. Pernyataan ini disampaikan dalam diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 Yayasan KEHATI di Jakarta, Jumat (13/3). Konsep ini bertujuan menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan vital tanpa menimbulkan trade-off antar sektor.

WEF Nexus menjadi salah satu “game changer” untuk mencapai sasaran pembangunan nasional. Pendekatan ini memastikan bahwa pemenuhan pangan, energi, dan air dapat berjalan seimbang. Keseimbangan ini penting agar tidak ada satu sumber daya yang terpengaruh negatif akibat penekanan pada sumber daya lainnya.

WEF Nexus: Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan

Dadang Jainal Mutaqin menekankan pentingnya WEF Nexus sebagai prasyarat pembangunan berkelanjutan. Konsep ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat selaras dengan kapasitas lingkungan. Keseimbangan ini menjadi landasan kuat bagi rencana pembangunan jangka panjang Indonesia.

Penerapan WEF Nexus sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu poin Asta Cita adalah memantapkan sistem pertahanan keamanan negara. Ini juga mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, serta pengembangan ekonomi syariah, digital, hijau, dan biru.

“Salah satu game changer-nya adalah untuk mencapai sasaran tersebut adalah WEF Nexus agar pemenuhan pangan, energi dan air ini bisa seimbang, tidak ada trade off,” ujar Dadang. Ia menambahkan, “Karena kalau kita mementingkan salah satu sumber daya tentu yang lain akan terpengaruh.” Ketahanan nasional suatu negara harus didukung oleh ketahanan energi, pangan, dan air yang kuat.

Prioritas Program untuk Ketahanan Air, Energi, dan Pangan

Untuk sektor air, beberapa kegiatan prioritas utama telah ditetapkan guna mewujudkan WEF Nexus. Ini mencakup konservasi sumber daya air dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terintegrasi dari hulu ke hilir. Selain itu, penyediaan dan pengawasan sanitasi aman serta berketahanan iklim juga menjadi fokus utama.

Pengembangan terpadu wilayah pesisir juga termasuk dalam program prioritas sektor air. Indikasi kesuksesan program ini meliputi peningkatan kapasitas penampungan air per kapita. Peningkatan rumah tangga yang terlayani air minum aman dan sanitasi juga menjadi target penting.

Di sektor pangan, pemerintah menargetkan pengembangan kawasan sentra produksi pangan. Ini mencakup jenis pangan akuatik, hewani, pangan lokal, dan nabati. Upaya ini bertujuan untuk mencapai swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.

Sementara itu, di bidang energi, prioritas pengembangan periode 2025-2045 meliputi peningkatan penyediaan energi. Perluasan akses dan jangkauan layanan energi juga menjadi fokus utama. Penguatan implementasi transisi energi berkeadilan merupakan langkah penting untuk masa depan.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Rekomendasi Kebijakan

Dadang Jainal Mutaqin menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan WEF Nexus. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kapasitas lingkungan harus menjadi landasan. Hal ini penting agar pembangunan jangka panjang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Advokasi Lingkungan Yayasan KEHATI, Muhamad Burhanudin, turut menyampaikan pandangannya. Melalui Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026, KEHATI mendorong tiga skenario perubahan kebijakan. Tujuannya adalah menghindari krisis lingkungan yang berpotensi berdampak pada ketahanan pangan, energi, dan air.

Ketiga usulan tersebut mencakup transformasi sistemik tata kelola sumber daya alam. Integrasi kebijakan lintas sektor melalui pendekatan neksus juga menjadi rekomendasi penting. Pemulihan ekosistem dan penguatan peran masyarakat di tingkat tapak turut ditekankan sebagai langkah strategis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi