Banyak beras jelek di pasaran, Ombudsman nilai akibat kesalahan Bulog

Sabtu, 13 Januari 2018 02:31 Reporter : Irwanto
Mendag Enggartiasto Lukita tinjau Operasi Pasar Perum Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan menemukan beras medium dengan kualitas jelek dan tak layak konsumsi. Hal itu diketahui dari hasil sidak di empat pasar di Palembang.

Pelaksana tugas Kepala Ombudsman Perwakilan Sumsel, Astra Gunawan mengungkapkan, sidak dilakukan di Pasar Cinde, Pasar Lemabang, Pasar 16 Ilir, dan Pasar KM 5 Palembang. Dia menilai, hal ini terjadi karena Bulog hanya memenuhi pasokan beras di pasaran tanpa mempertimbangkan kualitasnya.

"Masih kita temukan beras kualitas jelek. Mestinya Bulog perhatikan juga kualitasnya, bukan cuma memasok, ini akibatnya," ungkap Astra, Jumat (12/1).

Menurut dia, beras medium memang dijual murah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) seharga Rp 8.500 per kilogram. Hanya saja kondisinya memprihatinkan, bulirnya patah dan cocok untuk pakan ternak.

"Tidak mesti jelek-jelek amat. Setidaknya masih baguslah, masih bisa dimakan warga menengah, harus diperhatikan betul," ujarnya.

Selain beras jelek, Ombudsman juga mendapati harga beras curah mengalami kenaikan di harga Rp 11.000 per kg. Kondisi ini harus diantisipasi pemerintah agar tidak membebankan masyarakat.

"Ini akibat gagal panen di daerah penghasil beras di Sumsel. Perlu ada kebijakan secepatnya agar harganya kembali normal," kata dia.

menanggapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel, Bakhtiar mengatakan, kejadian tersebut disinyalir dilakukan mitranya dalam menyalurkan beras. Jika demikian, pihaknya akan memberikan sanksi bagi berbuat onar.

"Sejauh ini mitra kami baik-baik saja. Tapi nanti kami cek dulu di mana letak kesalahannya, jika perlu kita berikan sanksi," katanya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini