Bantu Pengungsi Luar Negeri di Bogor, Sido Muncul Salurkan Donasi Rp500 Juta lewat JRS Indonesia
Sido Muncul turun tangan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp500 juta yang disalurkan melalui Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia.
Ribuan pengungsi dari berbagai negara seperti Afghanistan, Irak, dan Myanmar yang menetap di wilayah Bogor selama bertahun-tahun tanpa kepastian nasib, kini mendapat angin segar. PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) turun tangan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp500 juta yang disalurkan melalui Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh International Development Manager Sido Muncul, Marco Jonathan Hidayat, kepada Direktur Nasional JRS Indonesia, Romo Martinus Dam Febrianto SJ, di Hotel Accram, Megamendung, Bogor, Rabu (19/11/2025). Sebanyak 50 pengungsi hadir langsung, sementara sisanya akan menerima distribusi lanjutan melalui sistem seleksi JRS.
Secara terpisah, Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyebutkan niat bantuan ini muncul setelah diskusi bersama pihak gereja terkait kondisi para pengungsi dan upaya penggalangan dana. Ia pun memutuskan untuk terlibat langsung lewat Sido Muncul.
“Kemarin saya ke gereja, ngomong soal refugee (pengungsi). Mereka cari dana di gereja-gereja. Saya bilang nanti kami nyumbang. Makanya dilaksanakan pada 19 November ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Irwan juga mengungkapkan simpatinya terhadap para pengungsi yang harus meninggalkan semua yang mereka miliki dan memulai kehidupan baru.
“Saya tidak kebayang kalau jadi pengungsi. Pergi seminggu saja saya tidak tahan, apalagi harus meninggalkan semuanya, hidup di negeri orang bertahun-tahun,” ucap Irwan Hidayat.
Irwan menambahkan, pilihan menggandeng JRS Indonesia bukan tanpa alasan.
“JRS adalah organisasi kemanusiaan yang selama ini aktif mendampingi para pengungsi dari luar negeri, dari Afghanistan, Irak, Myanmar, sampai 50 negara. Dan repotnya, para pengungsi itu nggak bisa kerja. Kalau kerja ditangkap, dideportasi. Padahal mereka nggak punya paspor,” jelasnya.
Sementara itu, Marco Hidayat menegaskan bahwa Sido Muncul selalu menempatkan nilai kemanusiaan dalam setiap langkah CSR-nya. Menurutnya, tanggung jawab sosial tidak mengenal batas negara.
“Sido Muncul memandang persoalan kemanusiaan sebagai tanggung jawab bersama, tanpa batas negara atau latar belakang,” kata Marco.
Ia berharap kontribusi Sido Muncul ini mampu memperkuat layanan kemanusiaan bagi para pengungsi yang berada dalam kondisi sangat rentan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para penerimanya serta menjadi bagian dari kontribusi kami dalam menebarkan kebaikan bagi sesama dan bagi Indonesia,” harapnya.
JRS Berikan Apresiasi Terhadap Kepedulian Sido Muncul
Dukungan dari korporasi seperti Sido Muncul juga disambut hangat oleh JRS Indonesia. Romo Martinus menyebut, di tengah menurunnya bantuan global dari negara maju, kontribusi lokal sangat berarti.
“Dukungan dari perusahaan lokal seperti Sido Muncul merupakan kabar baik bagi aksi kemanusiaan, bagi para pengungsi. Semoga bantuan ini juga dapat menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk menunjukkan solidaritas kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Romo Martinus.
Ia memastikan seluruh bantuan disalurkan secara akuntabel hingga awal tahun depan, khusus bagi pengungsi yang masuk kategori paling rentan.
“Kami kalau mau memberikan bantuan kepada para pengungsi itu ada kriteria. Mereka yang paling rentan itu yang kami bantu. Ada semacam need assessment,” tegasnya.
Apresiasi Para Pengungsi terhadap Bantuan Sido Muncul
Kisah haru juga datang dari para pengungsi penerima bantuan. Abdullah Saffari (43), pengungsi asal Afghanistan yang sudah tinggal 12 tahun di Indonesia, menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya tinggal di Indonesia sudah hampir 12 tahun. Di sini kami tidak punya hak kerja. Kadang-kadang ada yang sakit, tapi tidak bisa bayar biaya rumah sakit atau biaya hidup,” tuturnya.
Senada dengan itu, Muhammad Dabasha (46) asal Irak yang sudah 11 tahun tinggal di Bogor pun mengungkapkan rasa bahagianya.
“Alhamdulillah, lumayan buat jajan dan makan. Anak-anak saya juga masih kecil,” katanya.
Lucunya, Dabasha juga menyampaikan kecintaannya pada produk unggulan Sido Muncul.
“Saya suka Tolak Angin. Saya kasih nasihat juga yang kerja gojek atau grab pakai ini. Biar nggak masuk angin, nggak pusing,” ucapnya disambut tawa.
Meski bantuan ini belum bisa sepenuhnya mengubah nasib pengungsi, setidaknya bisa menjadi pengingat bahwa masih ada rasa kemanusiaan dan solidaritas lintas batas. Bagi Irwan Hidayat, membantu mereka bukan sekadar aksi sosial, tapi cermin rasa syukur sebagai warga Indonesia.
“Siapa tahu dengan berbuat baik, rezeki Indonesia semakin bertambah,” harap Irwan.