Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir setinggi 4 meter di Muara Teweh, ratusan rumah terendam

Banjir setinggi 4 meter di Muara Teweh, ratusan rumah terendam Ilustrasi banjir. ©2016 REUTERS/Paulo Whitaker

Merdeka.com - Ratusan rumah warga di delapan desa di wilayah Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Teweh.

"Banjir bandang yang merendam rumah warga ini akibat hujan lebat sepanjang hari mengguyur daerah ini dengan ketinggian air antara 1-4 meter," kata Camat Teweh Timur, M Taufik di Muara Teweh, Kamis (24/3).

Banjir melanda Kecamatan pedalaman di Kabupaten Barito Utara terjadi sejak Rabu (23/3) sore sekitar pukul 14.00 WIB, hingga Kamis (24/3) sore sekitar pukul 15.45 Wib masih belum surut membuat sejumlah warga setempat mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Menurutnya, desa terparah yang terendam banjir berada di Desa Benangin 1, Benangin 2, Benangin 3, Benangin 5, Desa Sampirang 1, Sampirang 2, Liju dan Desa Wakat dengan ketinggian air sekitar empat meter.

Akibatnya, sekitar 200 rumah penduduk (209 KK), dua bangunan sekolah TK, lima bangunan sekolah SD, satu Masjid, tiga gereja, dua balai Basarah, enam Pustu terendam banjir.

"Saat ini warga yang menjadi korban banjir sudah dievakuasi ke tempat yang aman. Sebagian mengungsi di rumah penduduk yang tidak terendam banjir," paparnya.

Taufik menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui berapa nilai kerugian di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur ini.

"Saat ini kami sedang mendata apakah ada korban jiwa atau tidak dan nilai kerugian," kata Taufik kepada Antara.

Selain merendam sejumlah desa di Kecamatan Treweh Timur, banjir bandang juga merendam sejumlah desa di wilayah Kecamatan Gunung Timang akibat meluapnya Sungai Montallat (anak Sungai Barito).

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP