Banjir melanda Bima, Siti Asfah hilang terseret arus
Merdeka.com - Banjir melanda Kota Bima dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Akibatnya, Siti Asfah (40), hilang terseret arus dan masih dalam pencarian.
Berawal dari hujan intensitas sedang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bima. Selang sejam, air sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga Desa Trawali Kecamatan Wawo.
"Kronologisnya sepulang dari sawah menuju rumahnya, berjalan di bantaran sungai. Tiba tiba banjir datang, korban terseret banjir dan hilang sampai sekarang, " kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Sumarsono, Senin (2/1).
Jika malam ini tidak ditemukan, pencarian akan dilanjutkan besok pagi sambil menunggu air surut. Hujan sore itu juga menyebabkan banjir di sejumlah desa Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Air selutut orang dewasa merendam pemukiman warga di Desa Bugis, Desa Gusu, Sangiang dan Rasabou.
"Tapi sekarang Alhamdulillah airnya sudah berangsur surut," ungkap Sumarsono.
Menurut Sumarsono, hujan terus mengguyur menyebabkan meluapnya Dam Diwu Moro. Terkait bencana itu, pihaknya belum memastikan total kerusakan dan kerugian, karena sedang menunggu laporan dari pihak kecamatan. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya