Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir bandang di Aceh Tenggara tak ganggu ibadah Jumat Agung

Banjir bandang di Aceh Tenggara tak ganggu ibadah Jumat Agung Perayaan Jumat Agung di Katedral. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir bandang dan longsor melanda dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara sejak 11 April 2017 lalu. Salah satunya Kecamatan Lawe Sigala yang mayoritas umat Kristiani.

Meskipun sedang dilanda musibah banjir bandang dan kondisi rumah ibadah masih berlumuran lumpur, tetapi umat Kristiani di kecamatan tersebut tetap khidmat bisa memperingati hari Paskah. Seluruh umat Kristiani di kecamatan tersebut berkumpul dengan seadanya berdoa, baik dengan warga yang mendapatkan musibah banjir bandang itu maupun warga yang tidak terkena bencana.

"Meski baru musibah mayoritas umat Kristiani memadati gereja-gereja untuk memperingati hari Paskah dan berdoa bersama untuk masyarakat yang terkena musibah banjir bandang," kata Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Edi Bastari saat dihubungi, Jumat (14/4).

Dia mengatakan, ada 465 personel anggota kepolisian dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan dan bekas banjir bandang. Baik dari personel Polres Aceh Tenggara maupn BKO Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut).

Mereka disebarkan di Kecamatan Lawe Sigala dan Kecamatan Semadan, Kabupaten Aceh Tenggara yang terparah dampak banjir banding. Adapun objek yang dibersihkan adalah rumah-rumah penduduk, tempat ibadah seperti masjid dan gereja dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir bandang di Aceh Tenggara mengakibatkan 171 unit rumah rusak berat, 336 unit rumah rusak ringan, rumah ibadah 3 unit, saluran air bersih 3,5 km, kantor desa 1 unit rusak, jalan 5 meter amblas, dan 1 unit jembatan rusak.

Banjir di dua kecamatan ini juga terendam 14 gampong dan 648 kepala keluarga, ada 2.821 jiwa harus mengungsi dan dua orang meninggal dunia. Titik pengungsi saat ini berada di Masjid Simpang Semadam, Gereja dan di posko pengungsi di Gampong Suka Makmur yang didirikan oleh BPBD Aceh Tenggara bersama TNI/Polri.

Kondisi jalan di Gampong Suka Makmur Kecamatan Semadam, yang sebelumnya tertutup longsor, kini sudah dapat dilalui kendaraan. Begitu juga tiga gampong yang semula terisolir yaitu Lawe Tua Makmur, Lawe Tua Persatuan dan Lawe Tua Gabungan, kini jalan akses sudah bisa dilalui kendaraan.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP