Bandara Ngurah Rai Siagakan Posko Terpadu Angkutan Lebaran Hingga 13 Juni

Rabu, 29 Mei 2019 01:33 Reporter : Moh. Kadafi
Bandara Ngurah Rai Siagakan Posko Terpadu Angkutan Lebaran Hingga 13 Juni Posko terpadu angkutan lebaran 2019 di Bali. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1440, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali secara resmi membuka Posko terpadu angkutan lebaran 2019, Selasa (28/5) sore.

Posko terpadu dibuka untuk mengantisipasi pergerakan pesawat udara dan penumpang di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dan diprediksi akan berangsur mengalami peningkatan, terutama menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Secara rutin, Posko Angkutan Lebaran dioperasikan untuk mendukung dan mengantisipasi tingginya tingkat pergerakan pesawat udara dan lonjakan penumpang pada periode libur Hari Raya Idul Fitri, serta untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat irregular sehingga dapat diantisipasi secara cepat," kata Haruman Sulaksono selaku General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Melihat data di tahun-tahun sebelumnya, menghabiskan masa libur lebaran di Bali bagi penumpang domestik masih merupakan hal yang populer. Sementara bagi penumpang dari mancanegara, Bali masih tetap populer sebagai destinasi wisata, mengingat di bulan Juni ini sudah mulai memasuki summer season di belahan bumi bagian barat," sambung Haruman.

Posko tersebut akan beroperasi selama 24 jam per harinya dan beroperasi selama rentang waktu 16 hari, terhitung mulai tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2019, dengan diwakili oleh personel dari sejumlah institusi, yaitu PT Angkasa Pura I (Persero), Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Ngurah Rai, Kepolisian Sektor Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas), Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai, serta Unit K9 dari Kepolisian Daerah Bali.
.
"Jumlah pergerakan pesawat dan penumpang yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasanya, mengharuskan kami untuk lebih siap dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Selain itu, penempatan personel selama 24 jam selama pelaksanaan posko juta untuk memastikan kondisi keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terjaga," jelas Haruman.

Selain itu, selama operasional posko, personel akan disiapsiagakan untuk mengawaki posko terpadu angkutan lebaran, yang akan dibagi menjadi 3 shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Dalam setiap shift, sebanyak 39 personel lintas institusi komunitas bandar udara siap sedia dalam memastikan pelayanan terbaik bagi para penumpang.

"Selama pelaksanaan posko, sebanyak 1.648 personel gabungan yang berasal dari berbagai institusi anggota komunitas bandar udara akan disiagakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, serta kelancaran arus pergerakan penumpang di dalam areal bandar udara," jelas Haruman.

Dari data yang dihimpun hingga H-1 operasional posko, terdapat dua maskapai yang telah mengajukan permohonan penerbangan tambahan atau extra flight, yaitu Batik Air dan AirAsia.

Kemudian, dari dua maskapai tersebut, total permohonan extra flight adalah sejumlah 216 penerbangan, dengan rincian AirAsia mengajukan 84 permohonan, serta Batik Air dengan 132 permohonan. Jika dibandingkan dengan jumlah permohonan di tahun lalu, di mana terdapat 765 permohonan extra flight, terdapat penurunan jumlah permohonan extra flight hingga 254 persen.

"Meskipun di tahun ini jumlah pengajuan extra flight jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu, akan tetapi kami tetap berkomitmen untuk menyediakan pelayanan terbaik demi terselenggaranya penerbangan yang aman, nyaman, dan selamat," ujar Haruman.

Selaku pengelola bandar udara, PT Angkasa Pura I (Persero) turut melakukan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan serta ground handling, untuk melakukan antisipasi jika terjadi lonjakan jumlah penumpang dan peningkatan lalu lintas penerbangan selama periode pelaksanaan posko terpadu angkutan lebaran, supaya kinerja ketepatan waktu penerbangan atau On-Time Performance (OTP) tetap terjaga atau bahkan dapat ditingkatkan.

"Prediksi kami, puncak arus pergerakan menjelang lebaran akan terjadi pada H-2 lebaran, dengan jumlah 471 pergerakan pesawat udara dan 76.974 penumpang terangkut. Sedangkan untuk puncak arus pergerakan pasca lebaran akan jatuh pada H+3 lebaran, di mana akan terdapat 471 pergerakan pesawat dan 84.385 penumpang yang akan kami layani," papar Haruman.

"Untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan keamanan penerbangan, kami telah berkoordinasi secara internal untuk memastikan kesiapan infrastruktur utama dan pendukung. Kami juga menyediakan mobil ambulance yang siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi jika terdapat penumpang yang membutuhkan bantuan kesehatan," ujar Haruman. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini