Balita Hipotermia Diajak Orangtua Naik Gunung Ungaran, Begini Kondisinya saat Ini

Sang balita mengalami hipotermia saat berada di puncak Bondolan.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Balita Hipotermia Diajak Orangtua Naik Gunung Ungaran, Begini Kondisinya saat Ini
Balita Hipotermia Diajak Orangtua Naik Gunung Ungaran, Begini Kondisinya saat Ini (Merdeka.com)

Viral video di media sosial (medsos) memperlihatkan balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia ketika diajak orang tuanya mendaki ke Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Kabar itu diunggah dalam akun Instagram@kabarungaran.

Dalam narasinya, akun itu menyebut sang balita mengalami hipotermia saat berada di puncak Bondolan.

Info dihimpun di lapangan, ketika itu satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak mendaki gunung Ungaran pada Sabtu (11/4) dan tiba di puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, cuaca tiba-tiba hujan deras yang menyebabkan suhu tubuh balita menurun drastis hingga menunjukkan gejala hipotermia.

Tim SAR dari Basarnas yang sedang melaksanakan siaga khusus langsung bergerak cepat menuju lokasi di kawasan puncak Bondolan. Petugas Basarnas segera melakukan penanganan awal untuk menstabilkan suhu tubuh korban.

Usai kondisinya mulai stabil, balita dievakuasi bersama kedua orang tuanya oleh tim Basarnas Semarang menuju basecamp perantunan Kabupaten Semarang. Saat ini, korban telah dibawa pulang oleh keluarganya dalam kondisi selamat.

"Benar ada kejadian bayi perempuan umur 1,5 tahun hipotermia. Kondisinya selamat dan sudah dibawa pulang ke rumah," kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, Senin (13/4).

Dia menyebut bahwa aktivitas pendakian gunung bukan kegiatan yang bisa dilakukan tanpa persiapan matang, terutama bagi kelompok rentan.

"Prinsipnya, kegiatan hiking atau pendakian gunung memerlukan persiapan dari sisi fisik, mental, serta peralatan pendukung lainnya,” ujar Bergas.



Kegiatan pendakian tersebut tidak diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti balita. Dia juga menyoroti pentingnya kesadaran bersama dalam mencegah kejadian serupa terulang.

"Bagi masyarakat maupun petugas, untuk saling mengingatkan bahkan melarang jika ada yang mengajak kelompok rentan dalam kegiatan seperti ini,” kata dia.

Langkah pencegahan harus menjadi perhatian utama demi keselamatan. "Ini penting agar risiko kejadian yang membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak, bisa diminimalisir,” pungkasnya.



Rekomendasi