Kepolisian menyelidiki kematian MA (4), yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di dalam rumah kontrakan di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 27 Maret 2025 siang. Bukan tanpa alasan kepolisian melakukan penyelidikan, sebab ada indikasi MA, sebelum ditemukan meningggal mengalami kekerasan.
"Telah terjadi penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (28/4).
Terkait kejadian ini, tiga orang telah dimintai keterangan sebagai saksi, adapun mereka MKA (30), AS (18) dan ABW (14). Menurut kesaksian mereka, kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB, saat saksi berinisial AS (18) bersama seorang perempuan bernama J mendatangi kontrakan pelaku, HB (38), untuk mencari keberadaan MA. Namun, saat itu pintu kontrakan terkunci rapat. Beberapa saat kemudian, saksi ABW (14) ikut bergabung membantu.
"Untuk membantu membuka kontrakan yang dihuni oleh pelaku namun tidak ada hasil," ujar Ade Ary.
Tak disangka, sekitar pukul 14.00 WIB, saksi lain, MKA (30), yang tengah membersihkan selokan menemukan sebuah kunci. Ternyata kunci itu adalah kunci kontrakan milik HB.
"Setelah para saksi membuka pintu kontrakan tersebut dan mengetahui hawa panas dan kepulan asap seperti adanya kebakaran," ujar dia.
Di dalam ruangan, korban MA ditemukan tergeletak dalam kondisi seluruh tubuh terbakar. "Korban sudah dalam posisi tiduran dan seluruh tubuh terbakar dan tidak bernyawa," ujar dia.
Dia mengatakan, Satu unit mobil Damkar (DPK) segera dikerahkan ke lokasi. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polsek Teluk Naga. "Kasus ini masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, anggota Satreskrim Polres Metro Tangerang dan Unit Reskrim Polsek Teluknaga bergerak cepat melakukan penyidikan meninggalnya balita berinisial MA (4), yang tewas terbakar di dalam rumah kontrakan di Kampung Kresek, Desa Rawa Burung, RT 06 RW 09, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (27/4).
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, terduga pelaku berinisial HB (38) telah teridentifikasi. Terduga diketahui bekerja sebagai karyawan swasta yakni security di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
"Dari hasil olah Tempat Kejadian (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk ibu kandung korban, laki-laki berinisial HB usia 38 tahun adalah terduga pelaku," kata Zain, Senin (28/4).
Namun begitu, terduga pelaku sampai saat ini diketahui menghilang. Kepolisian terus memburu keberadaannya untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tragis ini. Kepolisian telah membentuk tim untuk mencari terduga pelaku tersebut.
"Identitasnya sudah kita kantongi, masih terus kita cari. Informasi lebih lengkap akan kita sampaikan, mohon doanya agar pelaku segera kami amankan dan mintai keterangannya," kata dia.