Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ayah pukul kepala anak pakai triplek karena hilangkan ikat pinggang

Ayah pukul kepala anak pakai triplek karena hilangkan ikat pinggang Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - I Komang Heriawan (35), karyawan bengkel motor asal Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali Terpaksa diamankan jajaran Reskrim Polres Jembrana karena menganiaya anak kandungnya sendiri, Sabtu (24/10).

Penganiayaan tersebut terjadi tadi pagi saat korban Ni Kade Cuci Aulia Agustina (10), siswa kelas 5 SDN 2 Tegal Badeng Timur, hendak berangkat ke sekolah. Namun ikat pinggangnya hilang.

Saat itulah pelaku yang juga ayah kandungnya marah-marah dan memukul kepala korban dengan menggunakan triplek hingga kepalanya benjol.

"Mendapat pukulan dari ayahnya, korban menangis hingga tetangga berdatangan termasuk Babinkamtibmas," terang Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, Sabtu (24/10) di Jembrana.

Mengetahui ada kejadian penganiayaan tersebut menurut Sudarma Putra, Babinkamtibmas Aiptu Heri Winarto Misran langsung melaporkan ke Polres Jembrana.

"Pelaku langsung kita amankan dan saat ini masih kita minta keterangannya di Mapolres Jembrana," pungkasnya.

Sementara itu, diketahui Ni Kade Cuci Aulia Agustina ternyata sering mendapat perlakukan kasar dari kedua orang tuanya.

Bahkan siswi berwajah manis sering matanya lebam dan mulutnya berdarah karena dihajar kedua orangtuanya.

"Korban memang sering dianiaya kedua orangtuanya. Semua tetangga juga tahu karena jika korban mendapat perlakukan kasar selalu menjerit dan nangis," terang Hery, tetangga korban.

Menurut Hery, hampir tiap hari korban mendapat perlakukan kasar dari kedua orangtuanya. Bahkan korban pernah ke sekolah dengan kondisi mata bengkak dan bibir berdarah karena dipukul oleh bapak dan ibunya.

"Tetangga sudah sering memperingatkan kedua orangtuanya agar jangan kasar terhadap anak, tapi siapapun yang mengingatkan selalu dimusuhi," sambung Hery.

Bahkan menurut Hery beberapa tahun yang lalu dirinya pernah menegur dan mengingatkan bapak korban karena menganiaya anaknya. Namun bapak korban tidak terima dan melaporkan dirinya ke polisi atas tuduhan mencampuri urusan rumah tangga orang lain.

"Karena saya dilaporkan padahal niat saya baik, akhirnya saya cuek saja meskipun saya lihat pelaku menganiaya anaknya. Tapi karena terlalu sering berbuat kasar kepada anaknya, terpaksa saya laporkan perbuatannya ke polisi," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan korban saat sejumlah warga menanyai korban pagi tadi di sekolahnya. Korban mengaku memang sering mendapat perlakukan kasar dari kedua orangtuanya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP