Atasi gizi buruk di Papua, Jokowi ngaku sudah kirim bantuan

Jokowi mengakui, persoalan gizi buruk yang terjadi di Asmat belum bisa diatasi. Salah satu kendalanya adalah medan yang sulit.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Atasi gizi buruk di Papua, Jokowi ngaku sudah kirim bantuan
Presiden Jokowi resmikan GBK. ©2018 Merdeka.com

Puluhan warga jadi korban gizi buruk dan wabah campak di Asmat, Distrik Agats, Papua. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah pusat sudah mengirim tim ke lokasi guna menangani persoalan tersebut.

"September sudah masuk (bantuan) ke sana, sekali lagi memang sudah kirim makanan tambahan," ujarnya seusai menyaksikan pertandingan persahabatan Indonesia vs Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1) malam.

Jokowi mengakui, persoalan gizi buruk yang terjadi di Asmat belum bisa diatasi. Salah satu kendalanya adalah medan yang sulit. Jokowi menyebut, tim bantuan kesulitan menuju lokasi karena waktu tempuh dari Papua kota menuju Asmat membutuhkan waktu sekitar empat hari.

"Jalan baru ke Wamena saja 4 hari, ini sama di Asmat juga sama. Perjalanan ada rawa, di situ harus naik boat 2 sampai 3 jam untuk biaya ada 3 sampai 4 juta. Ini sebuah kendala yang memang sangat menghambat," jelasnya.

Jokowi mengatakan, seharusnya yang lebih mengetahui medan di Asmat adalah pemerintah daerah setempat. Pemda juga dianggap paling mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menangani gizi buruk di Asmat. Pemerintah pusat, lanjut dia, tetap bertanggungjawab atas persoalan tersebut.

"Saya kira penanganan yang terbaik ada di daerah dan untuk memantau dan melihat apa yang kira dilaksanakan. Menteri sudah saya perintahkan jika ada hal-hal yang seperti itu," ujar dia.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menambahkan, pihaknya sudah mengirim tim bantuan ke lokasi. Tim tersebut bertolak ke Asmat pada September lalu.

"Sudah dari September semenjak ada campak tapi betul yang bapak bilang ini medannya sangat menyulitkan," kata Nila.

Rekomendasi