Asuransi Tugu Bukukan Hasil Jasa Asuransi Rp1,02 Triliun pada 2025, Targetkan Pertumbuhan 9-10 Persen

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencetak hasil jasa asuransi impresif sebesar Rp1,02 triliun pada 2025, didorong kinerja positif dan strategi pengembangan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Asuransi Tugu Bukukan Hasil Jasa Asuransi Rp1,02 Triliun pada 2025, Targetkan Pertumbuhan 9-10 Persen
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencetak hasil jasa asuransi impresif sebesar Rp1,02 triliun pada 2025, didorong kinerja positif dan strategi pengembangan berkelanjutan. (AntaraNews)

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) berhasil membukukan hasil jasa asuransi yang sangat positif pada tahun 2025. Perusahaan mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 39,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Hasil jasa asuransi Tugu Insurance mencapai Rp1,02 triliun, naik dari Rp736 miliar pada tahun 2024. Kinerja impresif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan jasa asuransi yang solid.

Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga mencatat kenaikan pendapatan jasa asuransi sebesar 22,12 persen yoy. Angka tersebut mencapai Rp9,11 triliun, menunjukkan ekspansi bisnis yang kuat.

Peningkatan Kinerja Keuangan Asuransi Tugu

Kinerja keuangan Tugu Insurance menunjukkan tren positif di berbagai aspek operasionalnya. Pendapatan jasa asuransi meningkat 22,12 persen secara tahunan menjadi Rp9,11 triliun. Premi tercatat bruto juga naik 12 persen yoy mencapai Rp6,37 triliun.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menjelaskan bahwa lini bisnis kebakaran dan properti menjadi kontributor utama. Segmen ini menyumbang 46,5 persen dari total pendapatan. Lini aviasi dan offshore juga berkontribusi signifikan, masing-masing 12 persen dan 10,5 persen.

Kinerja positif ini mendorong peningkatan pendapatan operasional neto perusahaan. Angka tersebut melonjak 33,3 persen yoy dari Rp1,71 triliun pada 2024 menjadi Rp2,28 triliun pada tahun lalu. Laba setelah pajak juga mengalami lonjakan drastis.

Laba setelah pajak Tugu Insurance mencapai Rp711 miliar pada 2025, meningkat 77,1 persen yoy dari Rp402 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan operasional lainnya juga tumbuh 1,9 persen yoy, dari Rp533 miliar menjadi Rp543 miliar.

Strategi Jangka Panjang Asuransi Tugu untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Adi Pramana mengungkapkan target pertumbuhan Tugu Insurance sebesar 9-10 persen untuk tahun ini. Target ambisius ini akan dicapai melalui delapan strategi pengembangan yang komprehensif. Perusahaan fokus pada penguatan portofolio bisnis dan finansial.

Salah satu strategi utama adalah menjaga dan mengoptimalkan lini bisnis yang sudah ada. Prioritas juga diberikan pada pengembangan lini bisnis dengan tingkat retensi yang tinggi. Pengelolaan arus kas dan pengembalian investasi juga menjadi perhatian penting.

Tugu Insurance berkomitmen memperkuat sistem digital dan data center untuk efisiensi operasional. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian dari strategi ini. Hal ini penting untuk mendukung inovasi dan layanan prima.

Strategi lainnya mencakup penguatan branding dan value proposition perusahaan di mata masyarakat. Ini bertujuan untuk meningkatkan identitas, reputasi, dan persepsi merek. Terakhir, perusahaan akan memperkuat manajemen risiko untuk menjaga stabilitas bisnis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi