ASDP tanggung biaya hidup keluarga korban KM Bandeng tenggelam di Malut

Minggu, 19 Agustus 2018 08:03 Reporter : Henny Rachma Sari
ASDP tanggung biaya hidup keluarga korban KM Bandeng tenggelam di Malut Ilustrasi kapal tenggelam. ©shutterstock.com

Merdeka.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menanggung biaya hidup keluarga korban KM Bandeng yang tenggelam di Perairan Loloda, Pulau Halmahera, Maluku Utara (Malut) beberapa hari lalu. Demikian diungkap Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi.

"Korban yang meninggal nahkoda Alfred Rahasia (56 tahun) dan Aksfar (27 tahun), sedangkan satu penumpang lainnya bernama Nanda selamat," kata Ira seperti diberitakan Antara, Minggu (19/8).

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan kenaikan pangkat bagi kedua korban.

Bahkan, PT ASDP akan menyiapkan bantuan pendidikan bagi putra/putri dan salah satu keluarga meninggal langsung diberi pekerjaan di ASDP, apresiasi orang paling terakhir tingggalkan kapal dan penumpang didahulukan sehingga seluruh penumpang selamat, kenaikan golongam KMP Bandeng yang selamat.

Sebelumnya, Kepala SAR Ternate Muhammad Arafah mengatakan timnya menemukan dua orang ABK kapal feri KM Bandeng yang tenggelam, Rabu (15/8) lalu dalam kondisi sudha tak bernyawa.

"Kami bersama intansi terkait dan masyarakat setempat mencari korban tenggelam dan berhasil menemukan tiga orang, dua orang diantaranya sudah meninggal dunia masing-masing bernama Afet Rahasia (56) nahkoda dan Aksftar (27)," kata Kepala SAR Ternate, Muhammad Arafah di Ternate.

Sedangkan, korban yang selamat ditemukan itu dalam insiden naas itu bernama Nanda telah dibawa ke RSUD Tobelo, di Kabupaten Halmahera Utara untuk mendapatkan perawatan medis, karena kondisi kesehatannya dalam keadaan lemas dan pingsan.

Kedua jasad, kata Arafah, ditemukan mengapung di dua tempat berbeda.

Sebelumnya satu orang atas nama Fanni yang pada Jumat (17/8) itu ditemukan dalam keadaan selamat itu dibawa ke Ternate bersama dua jenazah yang tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menggunakan kapal KM SAR Pandudewanata pada pukul 22.45 Wit langsung di bawah ke RSUD Chasan Boesori Ternate untuk di otopsi.

Muhammad Arafah menjelaskan bahwa pada Minggu (19/8) akan tetap melakukan pencarian satu orang yang sampai saat ini belum menemukan dan pihaknya akan melibatkan semua unsur, termasuk helikopter miliki PT NHM itu untuk dikerahkan ke lokasi kejadian dan sisir diperairan Loloda dan sekitarnya.

Selain itu, para penumpang kapal feri KMP Bandeng tujuan dari Tobelo ke Bitung, Sulawesi Utara itu tenggelam di perairan Loloda semuanya dalam keadaan selamat yang telah dievakuasi oleh Basarnas itu berjumlah 46 orang.

Dia menambahkan, kalau belum menemukan satu orang dalam yang hilang itu maka proses pencarian akan diberlakukan selama tujuh hari, karena dalam Undang-undang yang ada dan mengapresiasi ke instansi terkait, termasuk masyarakat dan nelayan yang telah membantu pihaknya dalam proses pencarian sudah memasuki waktu empat hari. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Kapal Tenggelam
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini