Asa menyelamatkan Sungai Serayu dari penambangan liar
Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Paguyuban Masyarakat Pariwisata Serayu (PMPS) akan menggarap potensi wisata air di kawasan areal Bendung Gerak Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Penggarapan wisata air ini sekaligus untuk mengalihkan aktivitas penambangan pasir ilegal yang dikhawatirkan memperparah ekosistem lingkungan.
Pantauan PMPS, penambangan pasir ilegal kerap dilakukan 5 KM dari hulu Bendung Gerak Serayu. Praktik penambangan pasir juga kian berkembang dan melibatkan banyak orang menggunakan mesin sedot.
Ketua PMPS, Eddy Wahono menceritakan, upaya pengalihan usaha penambang pasir ilegal sudah dilakukan sejak 2007 dengan mendorong sektor perikanan dan peternakan bagi masyarakat di kawasan areal Bendung Gerak Serayu. Pada awalnya upaya itu berhasil memberhentikan sejumlah aktivitas penambangan pasir ilegal. Tapi lambat laun aktivitas penambangan kembali terjadi. Di sisi lain, akibat penambangan pasir telah mempercepat erosi dinding sungai.
"Kami terus berupaya mengubah perilaku penambang pasir. Memang kebiasaan menambang ini masih sulit dihilangkan," kata Eddy saat ditemui Merdeka.com.
Harapan baru, PPMS secara bertahap mulai mengembangkan potensi wisata di kawasan areal Bendung Gerak Serayu. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengadakan Festival Serayu Banyumas sejak 2008. Agenda tahunan ini, telah dilakukan ke-10 kali pada 11-12 Agustus 2018 kemarin, mulai dimaknai sebagai pemantik menggeser penambang pasir ke pengelolaan wisata air dengan perspektif ekologi.
Eddy menjelaskan sejumlah penambang direncanakan akan mengoperasikan perahu wisata di kawasan sungai tersebut. Selain itu akan dikembangkan pula cafe terapung yang beroperasi di kawasan sungai. Kuliner khas kawasan sungai serayu juga akan dikembangkan untuk menarik minat kunjungan wisatawan.
"Apa yang kami harapkan, keberlanjutan gagasan mengubah mata pencaharian masyarakat dari aktivitas penambangan pasir ke pelaku wisata," ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandari mengatakan geliat Festival Serayu Banyumas dari tahun ke tahun makin semarak. Sebab itu, konsep kepariwisataan sungai perlu dimatangkan untuk mengikis mata pencaharian masyarakat dari aktivitas penambangan pasir. Di gelaran Festival Serayu Banyumas ke-10, Pemkab pun memilih untuk lebih banyak melibatkan peran masyarakat sekitar Serayu.
"Di festival serayu kemarin, 70 persen masyarakat terlibat. Kami berpandangan untuk memahami potensi wisata serayu, festival ini bisa jadi pemantik," jelasnya.
Di festival tersebut, program pemberdayaan pun dicanangkan. Salah satunya, sebanyak 30-an perahu milik penambang dihias untuk perahu hias yang bekerjasama dengan pengusaha, pemerintah desa dan dinas di Kabupaten Banyumas. Pendekatan ini untuk mengedukasi penambang bahwa kawasan areal Bendung Gerak Serayu juga bisa dimanfaatkan untuk sektor wisata.
"Dialog dengan para pelaku wisata akan kami lanjutkan. Perencanaan wisata air di Serayu akan terus kami matangkan. Usai Festival Serayu ini kami tidak berhenti, justru tantangan mewujudkan wisata air Serayu perlu dikawal seusai festival," ujarnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya