Arca sapi 'ndekem' diduga zaman Mataram Hindu ditemukan petani Sukoharjo

Saat baru menggali tanah sekitar 10 sentimeter, cangkul milik Walidi mengenai benda keras. Karena penasaran ia melanjutkan penggalian. Akhirnya arca sapi ndekem itu terlihat utuh. Setelah dibersihkan dan diukur, diketahui arca tersebut memiliki panjang sekitar 1 meter, lebar 45 sentimeter serta tinggi 60 sentimer.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Arca sapi 'ndekem' diduga zaman Mataram Hindu ditemukan petani Sukoharjo
Arca Sapi Ndekem. ©2018 Merdeka.com

Warga Sukoharjo, Jawa Tengah dihebohkan dengan penemuan sebuah arca sapi 'ndekem' (mendekam) tanpa kepala. Arca tersebut ditemukan warga bernama Walidi, saat menanam pohon pisang di halaman rumah tetangganya, di Desa Siwal, Kecamatan Baki, Senin (8/1) lalu.

Arca tersebut diperkirakan merupakan peninggalan zaman Mataram Hindu.

Beberapa tahun lalu, ada seorang kolektor yang memburu benda yang diduga cagar budaya itu, namun tidak pernah bisa ditemukan.

Saat baru menggali tanah sekitar 10 sentimeter, cangkul milik Walidi mengenai benda keras. Karena penasaran ia melanjutkan penggalian. Hingga akhirnya arca sapi ndekem itu terlihat utuh. Setelah dibersihkan dan diukur, diketahui arca tersebut memiliki panjang sekitar 1 meter, lebar 45 sentimeter serta tinggi 60 sentimeter.

Karena tak sanggup, Walidi kemudian mengajak para tetangga untuk mengangkat arca itu.

"Ternyata berat sekali. Butuh delapan orang untuk membawanya ke atas," ujar Walidi, Kamis (11/1).

Arca sapi yang terbuat dari batu itu ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Bagian kepala pun sudah tidak ada. Arca itu sendiri berbentuk sapi sedang mendekam.

Sekretaris Desa Siwal, Yusuf, mengemukakan penemuan benda yang diduga peninggalan zaman kuno itu baru pertama kali di wilayahnya. Dia mengungkapkan, wilayah Desa Siwal, Baki, konon pernah menjadi bekas kawasan Kraton Pajang yang berada 1 kilometer meter dari tempat penemuan.

"Dulu arca ini sempat dicari-cari oleh kolektor benda kuno. Ada beberapa orang yang sempat menggali di beberapa titik di tanah pekarangan milik warga, namun arca itu tidak ditemukan," katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Siti Laila menerangkan, pihaknya akan melaporkan penemuan arca itu ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.

"Kami inventaris arca ini dan akan kami laporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta. Biasanya nanti ada petugas dari sana yang turun dan melakukan penelitian kira-kira arca ini dibuat tahun berapa dan sebagainya," terangnya.

Sementara, pengamat dan pemerhati cagar budaya Sukoharjo, Bimo Kokor Wijanarko, menyebut arca itu diduga peninggalan Kerajaan Mataram Hindu, di mana arca sapi merupakan perwujudan Lembu Andini, binatang suci yang diyakini sebagai tunggangan Dewa Siwa. Dia menduga arca yang ditemukan itu sebelumnya sudah dicuri, kemudian kubur kembali karena kepalanya sudah hulang.

"Banyak benda purbakala berbentuk binatang yang sering saya temukan itu kepalanya hilang. Mungkin nilai kepala itu sangat mahal, sangat berharga," tutur dia.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Junawan, mengatakan pihaknya akan segera datang ke lokasi penemuan untuk meneliti arca temuan itu.

"Kami belum bisa memastikan. Bisa saja arca peninggalan Kerajaan Mataran Hindu, tapi bisa juga barang baru. Harus diteliti dulu," jelasnya.

Rekomendasi