Apa Prestasi Kapolda Metro Irjen Gatot Sehingga Dipuji Kapolri?

Kamis, 5 Desember 2019 15:23 Reporter : Wisnoe Moerti
Apa Prestasi Kapolda Metro Irjen Gatot Sehingga Dipuji Kapolri? Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. ©2019 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Januari 2019, Irjen Gatot Eddy Pramono resmi menjabat Kapolda Metro Jaya. Dia menggantikan Idham Azis yang saat itu promosi menjadi Kabareskrim. Hampir setahun terakhir, Irjen Gatot menjadi penjaga marwah hukum di wilayah ibu kota negara.

Jenderal Idham Azis yang kini menjabat Kapolri, memuji Irjen Gatot. Bahkan dinilai layak untuk dipromosikan untuk jabatan di Mabes Polri.

"Saya membayangkan 1 tahun 8 bulan jadi Kapolda saya tidak mampu, Pak Gatot belum setahun sudah bisa melaksanakan. Cuma 1 kata luar biasa, sudah pantas nih ke Mabes Polri," kata Jenderal Idham.

Apa prestasi Irjen Gatot selama berkarir sebagai Kapolda Metro hingga dipuji Kapolri? Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto belum melihat prestasi yang membanggakan dari Irjen Gatot.

"Saya lihat tidak ada prestasi menonjol dalam karirnya. Termasuk di polda metro," ungkap Bambang saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (5/12).

Pujian yang layak dilayangkan Kapolri dinilai belum waktunya. Sebab, beberapa pekerjaan rumah yang ditanggung di pundak Irjen Gatot belum berhasil dituntaskan. Salah satunya kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sudah dua tahun kasus ini tanpa titik terang.

"Salah satu contoh kasus Novel. Sudah berapa kapolda metro ganti tapi tidak ada perkembangan. Apalagi yang mau dijanjikan?" kata Bambang.

1 dari 1 halaman

Kode Kapolri Beri Bintang 3

Bambang melihat pujian yang disampaikan Kapolri kepada Irjen Gatot bisa ditangkap sebagai kode untuk promosi jabatan menjadi jenderal bintang 3 di Mabes Polri. Kursi yang kosong saat ini adalah Kabareskrim.

"Pujian Kapolri arahnya untuk pergeseran yang akan dilakukan, bintang 3. Mungkin pak Idham ada arahan untuk mengangkat kapolda metro jadi salah satu bintang 3. Kode saja," ucap Bambang.

Namun Bambang belum melihat prestasi yang membuat Irjen Gatot Eddy layak dipromosikan. Karirnya tergolong tidak semoncer Tito Karnavian. Jika pujian Kapolri itu sebagai kode untuk menempatkan bintang 3 di pundak Gatot, maka perlu dikritisi. Alasannya, promosi jabatan selayaknya berdasarkan prestasi dan kinerja yang mumpuni. Serta kapabilitas sebagai perwira tinggi Polri.

"Prestasi apa yang bisa ditawarkan Irjen Gatot?" tanya dia.

Irjen Gatot tercatat baru satu kali duduk di kursi pimpinan tertinggi Polda tipe A. Sedangkan untuk bintang 3 Polri, seorang perwira tinggi minimal pernah menjabat Kapolda di dua polda tipe A berbeda.

Dia melihat kelemahan sistem dalam promosi jabatan di lingkungan Polri. Terutama pada kriteria-kriteria baku yang bisa dijadikan acuan dalam promosi jabatan tinggi.

problemnya saya lihat, utama dalam kepolisian itu masih kurangnya ukuran sistem yang bagus di kepolisian dalam seleksi jabatan penting. makanya sebenernya pak idham membangun sistem itu. makanya untuk mengisi jabatan bintang 3 yg kosong, lapis pertama dari kapolri, harusnya menggunakan sistem yang bagus. terutama kriteria2 yang bau untuk mengangkat layak, kapabel atau tidak.

"Selama ini pilihan yang cenderung personal, berdasar kedekatan, belum ada kriteria profesional yang baku. Misalnya kapabilitas, kompetensi dan lain-lain," tegasnya. [noe]

Baca juga:
Polda Metro Luncurkan Aplikasi Ujian SIM Hingga Jasa Pengamanan
Kapolri Puji Kinerja Kapolda Metro: Sudah Pantas ke Mabes Polri
Polisi akan Segera Tambah 57 E-TLE di Seluruh Ruas Jalan di Jakarta
Polda Metro Pastikan Granat Asap di Monas Bukan Milik Polisi
Polisi Tingkatkan Patroli di Monas Pasca-Ledakan Granat Asap
Ada Ledakan di Monas, Gubernur Anies Pastikan DKI Jakarta Aman

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini