Antisipasi Virus Pneumonia Wuhan China, RSUP H Adam Malik Medan Siaga

Sabtu, 25 Januari 2020 03:00 Reporter : Yan Muhardiansyah
Antisipasi Virus Pneumonia Wuhan China, RSUP H Adam Malik Medan Siaga Penanganan pasien virus corona di Wuhan. ©THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Virus corona yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, memicu kekhawatiran dunia. Pihak RSUP H Adam Malik Medan bahkan sudah bersiaga mengantisipasi masuknya penderita yang terpapar virus ini.

Manajemen RSUP H Adam Malik menyiapkan 20 dokter khusus untuk menangani penderita penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus. Tim Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging (Pinere) ini akan menangani wuhan pneumonia dan kasus luar biasa (KLB) lainnya.

"Di dalamnya termasuk ada dokter paru, penyakit dalam, spesialis anastesi, THT, PPA. Ke-20 dokter ini sudah ada SK-nya dari direktur," kata Koordinator Tim Penanganan Virus Corona RSUP HAM, dr Ade Rahmaini MKed SpP, Jumat (24/1).

Ade memaparkan, RSUP H Adam Malik memiliki kesiapan sumber daya dalam penanganan wuhan pneumonia. Mereka bahkan telah menyiapkan 11 ruang isolasi.

"Ini sudah ada dari 2004 untuk menangani kasus flu burung. Alurnya, ketika sudah masuk pasti berjalan lagi," jelas Ade.

Dia memaparkan, ciri-ciri penyakit yang disebabkan virus corona ini adalah sesak napas, batuk kering, demam, dan lemas. Warga diingatkan untuk lebih waspada, terutama yang memiliki riwayat bepergian ke Cina.

Dalam kewaspadaan ini, RSUP H Adam Malik juga bekerja sama dengan pihak kesehatan di Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan. Setiap penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius akan diperiksa. Jika diduga mengidap virus emerging, seperti virus corona, Mers-CoV, SARS atau lainnya, mereka akan langsung dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik.

Ade mengungkapkan virus corona menyerang pernapasan. Penularannya bisa melalui udara atau air ludah. Untuk pencegahannya, jika batuk dan pilek harus memakai masker, serta selalu cuci tangan setelah menyentuh mulut, hidung dan mata.

"Gejalanya bisa ringan dan berat. Ringan pun, kalo ada riwayat berpergian ke Cina, akan kita evaluasi," tutur Ade.

Dijelaskan pula, pihaknya akan mengambil sampel dari suspect penyakit ini. "Sampel diambil dari dari tenggorokan, darah juga diambil. Nantinya sampel itu akan dikirim ke Jakarta untuk diketahui hasilnya," ungkapnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini