Antisipasi penyerangan susulan, Masjid Azzikra dijaga 70 polisi
Merdeka.com - Guna mengantisipasi terjadinya penyerangan susulan, sedikitnya 50 anggota Dalmas Polres Bogor dibantu 20 personel Brimob Polda Jawa Barat disiagakan di komplek Masjid Azzikra, Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Sonny Mulvianto mengatakan penjagaan di lokasi karena khawatir terjadi penyerangan susulan dari kedua belah pihak.
"Meski tidak ada gerakan, tapi kita antisipasi segala hal yang tidak diinginkan dari kejadian Rabu (11/2), makanya kita tempatkan dua pleton ditambah dari Brimob Polda Jabar," kata AKBP Sonny Mulvianto, Kamis (12/2).
Lebih lanjut ia menjelaskan hingga saat ini proses penyidikan masih berlangsung di ruang Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor. "Sebanyak 41 orang yang diduga melakukan saat ini masih kita periksa. Dan belum ada yang ditetapkan tersangka, kita masih dalami keterlibatannya masing-masing," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Bogor Kompol Imron Ermawan menjelaskan penyerangan terhadap masjid Azzikra pukul 22.23 WIB, Rabu (11/2).
"Hasil penyidikan sementara sekelompok massa mendatangi komplek Masjid Azzikra, Sentul, Babakanmadang, dikarenakan ada spanduk yang terpasang yang diduga menghina aliran Syiah, mereka mempertanyakan, siapa yang memasang," katanya.
Lantaran tidak ada jawaban yang pasti, akhirnya sekelompok massa diduga dari Kota/Kabupaten Bogor dan luar Bogor itu bertengkar dengan Faisal Salim (43) petugas Satpam Komplek Masjid Azzikra.
"Tapi pertengkaran berhasil dilerai setelah, petugas Polsek Babakanmadang dibantu Polres Bogor mengamankan dan membawa massa ke kantor Polsek berikut barang buktinya," ungkapnya.
Terkait motif penyerangan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan. "Korban penganiayaan yakini securiti Masjid Azzikra sudah membuat laporan dan membuat visum. Kalau pemicunya, saat ini masih kita dalami," jelasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya