Anggota DPR Minta Kemenhub & KNKT Awasi Kelaikan Pesawat Boeing 737 MAX 8

Selasa, 12 Maret 2019 19:18 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Anggota DPR Minta Kemenhub & KNKT Awasi Kelaikan Pesawat Boeing 737 MAX 8 Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya meminta Kementerian Perhubungan dan KNKT memperhatikan kelaikan pesawat Boeing 737 Max 8 terbang di Indonesia. Hal ini menyusul insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) pagi di Addis Ababa yang ikut menewaskan satu WNI.

"Pemerintah melalui stake holder penerbangan untuk lebih memperhatikan dan mengawasi lebih ketat kelaikan mesin, sistem dan operasional pesawat Boeing 737 MAX 8 yang beroperasi di Indonesia. Karena keselamatan menjadi hal yang utama dalam penerbangan. Ini juga harus ada investigasi khusus KNKT dengan lembaga penerbangan dunia seperti FAA untuk terus melakukan evaluasi terkait kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 ini," kata Riefky melalui keterangan persnya, Selasa (12/3).

Dia ikut berbelasungkawa atas meninggalnya satu WNI bernama Harina Hafitz dan 156 penumpang pesawat nahas tersebut.

"Saya turut berduka cita yang sebesar-besarnya kepada 149 orang penumpang dan 8 awak khususnya kepada keluarga Harina Hafitz yang menjadi korban musibah kecelakaan pesawat ET 302," ucap Riefky.

Pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Bole, ibu kota Etiopia, Addis Ababa. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 157 orang dinyatakan tewas. Pesawat ini merupakan jenis yang sama dengan pesawat Lion Air yang jatuh pada Oktober lalu di perairan Karawang, Jawa Barat.

WNI menjadi salah satu korban tewas dari jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) pagi di Addis Ababa. WNI bernama Harina Hafitz merupakan staf Program Pangan Dunia (WFP) PBB yang berbasis di Roma, Italia. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini