Ancol Donasikan 10% Penjualan Tiket Tahun Baru untuk Korban Bencana Sumatra, TMII Tak Gelar Pesta Kembang Api
Donasi terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya, dengan fokus pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.
Ancol akan mendonasikan 10% dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama di loket tiket dan www.ancol.com, khusus kunjungan pada malam tahun baru 31 Desember 2025. Donasi diberikan untuk membantu pemulihan korban bencana di Aceh-Sumatra.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto mengatakan, komitmen ini merupakan bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
"Sebagai salah BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Ancol ingin hadir bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan saling membantu," kata Winarto dalam keterangannya, Selasa (30/12).
Winarto menjelaskan, kepedulian sosial yang dilakukan Ancol merupakan nilai yang melekat dalam setiap langkah perusahaan. Melalui program ini, Ancol ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama berbagi dan menghadirkan harapan bagi warga terdampak bencana di Sumatra.
“Kami percaya bahwa kebahagiaan yang dihadirkan melalui Ancol dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama," jelas dia.
Dia mengungkapkan, dana donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya, dengan fokus pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Winarto menegaskan, Ancol berkomitmen untuk menyampaikan informasi penyaluran donasi secara terbuka dan bertanggung jawab kepada publik.
"Melalui inisiatif ini, setiap tiket yang dibeli pada tanggal 31 Desember 2025 tidak hanya untuk menikmati Konser Gempita SCTV bersama Dewa 19, Drone Light Show di Pantai Lagoon dan Konser Dangdut di pantai Festival, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan harapan bagi mereka yang terdampak bencana," tegasnya.
"Mari rayakan malam pergantian tahun sambil berbagi dan peduli untuk sesama!" tambah dia.
Tak Ada Pesta Kembang Api di TMII
Secara terpisah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tidak akan menyalakan atau pesta kembang api saat perayaan malam tahun baru 2026 besok.
"Menjelang pergantian tahun, Natal dan Tahun Baru bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang untuk saling menguatkan dan menumbuhkan harapan baru," kata Stakeholder Relation Dept Head TMII, Ken Elsa saat dihubungi.
Sejalan dengan semangat tersebut, Gebyar Komunikasi dan TMII dalam Sorak Sorai Fest disebutnya ingin menghadirkan akhir tahun yang lebih bermakna.
Elsa menegaskan, pihaknya tidak akan mengadakan pesta kembang api saat perayaan tahun baru 2026. Hal ini ditegaskannya sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
"Sebagai gantinya, momen penuh makna tetap kami hadirkan di TMII | melalui rangkaian kegiatan reflektif bersama Sorak Sorai Fest, yang | meliputi doa bersama seribu lilin serta penggalangan dana melalui kitabisa.com, yang seluruhnya akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit," tegasnya.
"Mari kita sambut harapan baru dengan penuh empati, khidmat, dan rasa kebersamaan. Karena sorak sorai yang paling berarti adalah yang mampu menguatkan sesama," pungkasnya.