Ancaman pidana 3 minggu, pembawa bendera berkalimat tauhid tak ditahan

Jumat, 26 Oktober 2018 22:19 Reporter : Aksara Bebey
Ancaman pidana 3 minggu, pembawa bendera berkalimat tauhid tak ditahan Ilustrasi Narapidana. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembawa bendera berkalimat Tauhid dalam perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan.

Bendera tersebut memicu kegaduhan. Banser NU yang hadir dalam peringatan itu membakar bendera yang identik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pembawa bendera berinisial Uus itu diduga melanggar Pasal 174 KUHP terkait kegaduhan di lapangan upacara peringatan HSN. Padahal, saat persiapan acara, panitia dan peserta menyepakati untuk tidak membawa bendera selain merah putih.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana menyatakan, peningkatan status Uus dari saksi menjadi tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan.

"Uus naik jadi tersangka Pasal 174 KUHP. Sudah diperiksa sebagai tersangka," ucap Umar kepada wartawan melalui pesan singkat, Jumat (26/10).

Meski ditetapkan sebagai tersangka, Umar tidak menjelaskan perihal alasan tidak melakukan penahana kepada Uus.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, alasan tidak dilakukan penahanan kepada Uus karena sesuai dengan ketentuan yang tertuang di Pasal 174 KUHP yang menjeratnya.

Pasal itu berbunyi, barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang dengan mengadakan huru-hara atau membuat gaduh, dihukum selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp 900.

"Enggak ditahan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun atau 3 minggu," terangnya.

Sementara itu, tiga orang lainnya yang terlebih dahulu diamankan dan diketahui sebagai pelaku pembakaran bendera sampai saat ini berstatus saksi.

Alasannya, polisi sejauh ini belum ditemukan fakta hukum untuk menjerat ketiganya dalam tindak pidana. Menurutnya faktor mens rea atau ada-tidaknya niat jahat melakukan sesuatu belum ditemukan.

"Fakta hukum mens rea tidak ada niat jahat," pungkasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini