Ancam sebar video porno, seorang gigolo di Bandung cabuli gadis belia

Jumat, 10 Agustus 2018 16:24 Reporter : Aksara Bebey
Ancam sebar video porno, seorang gigolo di Bandung cabuli gadis belia Polisi tangkap tersangka pencabulan di Bandung. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Bandung. Pelaku berinisial FS (26) mencabuli gadis belia GSP (13). Tersangka bahkan merekam adegan dan menyebarkannya melalui media sosial.

Kasus ini bermula saat keduanya berkenalan di Facebook, bulan Februari. Hubungan mereka pun makin dekat dan sering berkomunikasi via WhatsApp. Saking akrabnya, tersangka kerap mengirimkan gambar dan video porno dengan menyisipkan ajakan berhubungan intim.

Selang beberapa waktu, keduanya sepakat bertemu. Tersangka membawa korban ke rumahnya di daerah Sukasari, Kota Bandung. Di sana GSP yang masih belia dipaksa melakukan hubungan intim sambil direkam dengan ponsel milik tersangka.

Pada bulan April, tersangka kembali membujuk korban untuk kembali melakukan hubungan intim. Jika menolak, tersangka mengancam akan menyebarkan videonya. Lagi-lagi, GSP menyanggupinya.

Korban tidak menaruh curiga hingga pada bulan Mei, gurunya menemukan video intim GSP dan FS dari muridnya, lalu melaporkan hal ini kepada pihak keluarga. Orang tua GSP pun melaporkan peristiwa ini kepada Kepolisian, setelah melihat percakapan anak dan tersangka di ponsel.

"Diawali videonya diketahui oleh kepala sekolah. Lalu dilaporkan kepada orang tuanya. Dari orang tuanya, dilaporkan ke polisi," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (10/8).

Polisi langsung meringkus FS. Pria pengangguran itu kini dijadikan tersangka dan telah mendekam dibui Mapolda Jabar. Dia dikenakan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak atas perbuatannya menyetubuhi anak di bawah umur. Tersangka juga diancam hukuman Pasal 27 Undang-Undang ITE.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengungkapkan, berdasarkan indivasi sementara, tersangka mengaku sebagai gigolo. Ia kerap menemani perempuan dewasa yang lebih tua.

Sedangkan hubungan dengan GSP diduga ingin mencoba 'sensasi' baru, dengan rayuan akan dinikahi secara resmi.

"Dia (pelaku) mencoba menjadikannya (si korban) budak seks. Jadi setiap korban menolak, ancamannya disebar (videonya), sudah beberapa kali," kata Umar.

"Dari pemeriksaan, yang muncul proses memposisikan korban di posisi lemah. Jadi, mau tidak mau, nanti disebarkan. Ternyata sudah mau, malah disebarkan juga. Nah ini yang mematahkan pengakuan tersangka niatnya mau dinikahi," pungkasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini