Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Amerika impor pakaian jadi hasil produk tekstil di Bali

Amerika impor pakaian jadi hasil produk tekstil di Bali Ilustrasi pakaian. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Africa Studio

Merdeka.com - Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan kreativitas. Produk dari anak bangsa banyak sekali yang berhasil dipasarkan keluar negeri dan membantu perekonomian negara. Seperti Amerika Serikat yang menjadi pasar paling banyak menyerap pakaian jadi dari Bali mengungguli Australia dan Inggris.

"Selain Inggris di kawasan Eropa juga ada Prancis, Jerman, dan Belanda merupakan pembeli permanen pakaian buatan pengusaha kecil di Pulau Dewata, di samping dari Jepang dan Singapura," kata Ni Made Wardani, pengusaha pakaian jadi di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Selasa (1/7).

Pengusaha pakaian jadi di Bali bertahan memelihara pangsa pasar mancanegara berkat mampu menciptakan rancangan busana yang unik dan menarik bagi konsumen, terutama ke AS dan negara-negara di kawasan Eropa lainnya. Menurut Wardani, hampir 25 persen realisasi ekspor garmen Bali yang memasuki pasar AS. Disusul kemudian Australia sekitar 12,48 persen dan Inggris sekitar 10 persen. Lalu ada Singapura sekitar sembilan persen dan Prancis tujuh persen.

Produk tekstil dan produk tekstil (TPT) buatan masyarakat Bali yang memasuki pasar ekspor masih mendominan jika dibandingkan mata dagangan nonmigas lainnya, namun tidak secerah tahun-tahun 1980an atau sebelum peristiwa Bom Bali. Wardani menambahkan bahwa pengusaha garmen di daerah ini selain masih gencar merambah pasar luar negeri dengan menerima pesanan dari rekan bisnisnya dari luar negeri dalam jumlah sangat terbatas, mulai melirik pasar dalam negeri (lokal).

"Kami mulai melirik pasar dalam negeri dan bersyukur bisa bertahan hidup dengan jumlah pesanan sangat terbatas akibat dari dampak resesi ekonomi yang menimpa konsumen di Amerika Serikat dan Eropa yang masih dirasakan hingga kini," ujar Wardani.

Dia mengaku bersyukur karena bisa bertahan saja dalam menjalankan roda usaha mengingat kondisi pasar pakaian jadi buatan Bali merosot ke pasaran ekspor sejak dihapuskannya sistem kuota pada 2000-an.

Adanya tahun ajaran baru secara nasional banyak pakaian sekolah diproduksi di Bali kemudian dijual di daerah ini dan dikirim ke daerah lain untuk memenuhi permintaan bagi orang tua murid maupun sekolah yang melayani penerimaan murid baru. Pengusaha pakaian sekarang ini panen untuk sementara dalam melayani keperluan anak-anak sekolah tanpa mengabaikan pesanan yang datang dari mitra kerja di mancanegara. Ekspor pakaian Bali masih ada tutur Wardana bersemangat.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mencatat bahwa perolehan devisa dari perdagangan pakaian jadi di daerah ini selama Januari-Maret 2014 mencapai 35,4 juta dolar AS, atau sekitar 26,6 persen dari jumlah perolehan devisa nonmigas Bali 132,9 juta dolar. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP