'Amankan' proyek di Pemkot Batu, Kabag ULP akui terima Rp 100 juta

Kamis, 5 Oktober 2017 18:13 Reporter : Intan Umbari Prihatin
'Amankan' proyek di Pemkot Batu, Kabag ULP akui terima Rp 100 juta ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Tersangka operasi tangkap tangan (OTT), Kepala Bagian Layanan dan Pengadaan (Kabag ULP) Pemkot Batu, Edi Setiawan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Edi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fhilipus Djap (FHL) yang meberikan uang Rp 100 juta kepadanya untuk memuluskan proyek belanja modal dan pengadaan meubelair di Pemkot Batu Tahun Anggaran 2017.

Edi mengaku uang tersebut adalah titipan pengamanan untuk memuluskan proyek tersebut. Karena, kata dia, kalau tidak menggunakan titipan, pembangunan akan berhenti.

"Mungkin runtut yaa apakah saya terima uang itu? Iya saya terima uang itu sebagai sebuah titipan," kata Edi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/10).

Dia menepis Rp 100 juta yang diberikan Fhilipus adalah uang suap untuk pembangunan. Edi menegaskan uang tersebut adalah titipan untuk mengamankan proyek.

"Ya harus ada pengamanan ini itu kalau pembangunan tidak jalan. Kalau enggak tidak ada yang berani melaksanakan pembangunan," ucapnya.

Seperti diketahui, KPK menyita uang tunai Rp 100 juta yang diduga diterima oleh Edi Setiawan (EDS), Kepala Bagian Layanan dan Pengadaan (Kabag ULP) Pemkot Batu. Uang tersebut diduga diterima Edy dari pengusaha Filipus Djap (FHL). "Fee tersebut diduga untuk panitia pengadaan," kata Laode di Gedung KPK.

Edi diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, pengusaha Philip ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Dia diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini