Alasan Hasto Batalkan Permohonan Pindah ke Rutan Salemba: Sudah Menyatu dengan Warga Binaan ‘Merah Putih’

Hasto memutuskan untuk tetap berada di Rutan Merah Putih setelah merasa nyaman, dan telah membangun keakraban dengan para warga binaan di sana.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Alasan Hasto Batalkan Permohonan Pindah ke Rutan Salemba: Sudah Menyatu dengan Warga Binaan ‘Merah Putih’
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menjalani sidang perdana kasus dugaan suap Pengganti Antar Waktu (PAW) DPR RI yang melibatkan Komisioner KPU dan Caleg PDIP Harun Masiku serta perintangan penyidikan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (14/3/2024) (©Merdeka.com)

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto membatalkan permohonan pindah dari Rutan Merah Putih ke Rutan Salemba.

Hal ini disampaikan melalui Politikus PDIP Guntur Romli di sela persidangan ketiga kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, hari ini (27/3).

Dia memegang dan membacakan secarik kertas berisi tulisan tangan Hasto. Hasto memutuskan untuk tetap berada di Rutan Merah Putih setelah merasa nyaman, dan telah membangun keakraban dengan para warga binaan di sana.

Para rekannya Warga Merah Putih juga telah menyampaikan keberatan jika Hasto pindah. 

“Mas Hasto sudah menyatu dengan teman-teman Warga Merah Putih. Beliau juga membangun tradisi seperti olahraga pagi, menyanyikan lagu-lagu wajib, serta berdiskusi tentang tokoh bangsa dan isu politik di dalam tahanan,” tutur Guntur dalam keterangannya.

Dengan demikian, permohonan pindah yang sebelumnya diajukan resmi dicabut.

Hasto Masih Jalani Persidangan

Sebelumnya, pemintaan pindah itu disampaikan Kuasa Hukum Hasto, Ronny Talapessy, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (21/3). Hasto saat ini masih menjalani proses hukum dalam kasus yang sedang disidangkan. 

“Karena itu Mas Hasto membatalkan permohonan untuk pindah Rutan,” kata Guntur Romli.

Pada persidangan hari ini, sejak pagi hari, Kompleks PN Tipikor Jakarta Pusat sudah dipenuhi warga dan kader PDIP yang mendikung Hasto.

Sebuah mobil dengan speaker terus memperdengarkan lagu ‘Kader Militan’ yang biasa dipakai di PDIP. Sebuah spanduk dipasang bertuliskan ‘Dibungkam Rezim Mulyono, Hasto Tahanan Politik’.

Sementara di dalam ruang sidang, puluhan anak muda dan politisi PDIP sudah menunggu untuk mengikuti persidangan. Para anak muda memakai kaus berwarna hitam dengan tulisan khusus.

Isinya ‘Tolak Pembungkaman Politik dengan Dalih Korupsi, Hasto Tahanan Politik’. Saat ini, proses persidangan masih berlangsung dengan agenda pembacaan tanggapan Jaksa atas eksepsi.

Rekomendasi