Aksi Anggota Polri Lepas Kaos Untuk Bocah Aremania Terpisah dari Orangtuanya

Sabtu, 13 April 2019 23:33 Reporter : Darmadi Sasongko
Aksi Anggota Polri Lepas Kaos Untuk Bocah Aremania Terpisah dari Orangtuanya Aksi Anggota Polisi Lepas Kaos Dalam Untuk Bocah Aremania. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Laga final Piala Presiden 2019 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruan Malang kemarin menyisakan cerita menarik dan penuh simpati. Bocah berkaos Aremania Singo Edan bernama Reihan (8) basah kuyub dan terpisah dari orang tuanya.

Reihan menggigil kedinginan mendatangi Polwan dan petugas lain yang sedang sibuk mempersiapkan kedatangan para pemain yang akan berlaga. Sebelum pertandingan berlangsung, hujan deras memang mengguyur stadion yang sudah terisi penonton. Sebanyak 42.446 penonton memenuhi stadion Kanjuruan, tidak terkecuali anak-anak.

Reihan sambil menahan dingin menyampaikan kalau sedang mencari orang tuanya. Ia mengaku datang menonton bersama ibunya dari Gondanglegi.

Polwan dan Perwira Polres Malang tidak tega melihat wajah imut itu bibirnya gemetar karena kedinginan. Seorang anggota polisi yang sedang bertugas pun akhirnya rela melepas kaos dalamnya untuk sang bocah.

Iptu Sugik, Kasiwas Polres Malang segera melepas baju dinasnya dan melepas kaos dalam. Kaos warna cokelat bertuliskan Polisi di punggung dikenakan Reihan untuk sekadar menghangatkan tubuhnya.

"Para Polwan segera melepas kaosnya yang basah kuyub itu, menggantikan dengan kaos itu," kisah AKP Ainun Djuariyah, Kasubag Humas Polres Malang, Sabtu (13/4).

Bocah tersebut segera dibawa ke ruang Panpel yang suasananya lebih hangat. Reihan pun cukup tenang dan sabar menunggu orang tuanya, yang saat itu entah kemana.

"Anaknya berani, tidak menangis, tapi suaranya lirih saat ditanya, mungkin karena kedinginan," katanya.

Para Polwan pun meyakinkan, kalau orang tuanya pasti akan diketemukan. Kalaupun tidak ketemu akan diajak bermalam ke rumah salah satu Polwan dan berkoordinasi dengan Polsek Gondanglegi.

"Anaknya juga mau," tegas Ainun.

Panpel pertandingan sendiri juga berusaha menginfokan melalui pengeras suara. Demikian juga di intern jajaran Polres Malang, disebarkan melalui alat komunikasi.

Akhirnya setelah beberapa jam, maminya datang menanyakan kepada salah satu anggota polisi yang sedang berjaga. Sang buah hati pun akhirnya bisa ditemukan.

Ainun menegaskan langkah Reihan dinilai sangat tepat dengan menemui petugas kepolisian. Saat mengalami kesulitan langsung minta tolong pada polisi, bukan kepada orang lain yang belum tentu jelas identitasnya.

"Langkah tindakan Reihan patut dicontoh dan sebagai referensi bagi orang tua dalam memberikan pelajaran kepada anak-anaknya, juga bagi guru kepada anak didiknya," katanya.

Ainun juga berpesan, kepada para orang tua agar memperhatikan keselamatan buah hatinya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini