Akreditasi Belum Turun, 12 Rumah Sakit di Jatim Hentikan Layanan Pasien BPJS

Sabtu, 5 Januari 2019 02:04 Reporter : Moch. Andriansyah
Akreditasi Belum Turun, 12 Rumah Sakit di Jatim Hentikan Layanan Pasien BPJS BPJS Kesehatan di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Dari 315 rumah sakit (RS) di Jawa Timur yang menjalin kerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan di Tahun 2018, 12 di antaranya terpaksa menghentikan layanan pasien BPJS, karena kontraknya tidak diperpanjang sejak awal 2019 ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso menyebut 12 rumah sakit itu adalah RS Umar Masud di Kepulauan Bawean, Gresik; RS Petrokimia Gresik, RS Siloam Jember, RS Bhakti Persada Magetan.

Kemudian RS Ana Medika Bangkalan, Madura; RS Husada Utama Surabaya; RSUD Lawang Malang; RSIA Puri Malang; RSUD Kanjuruhan Malang; RSJ Lawang Malang; RSUD Grati Pasuruan; dan RS Citra Medika Sidoarjo.

Menurut Kohar, syarat kontrak kerjasama adalah harus berakreditasi. Sementara ke-12 RS tersebut belum memiliki syarat yang menjadi dasar pemberian rekomendasi BPJS dari Kemenkes.

"Rekomendasi ini nantinya yang jadi dasar bagi BPJS Kesehatan untuk menjalin kerjasama," tegas Kohar di Surabaya, Jumat (4/1).

Sebenarnya, lanjut Kohar, dari sisi kelengkapan berkas akreditasi, ke-12 RS ini sudah terpenuhi dan siap melayani pasien BPJS. Hanya saja, akreditasinya saja belum keluar. "Mungkin karena ketelisut atau bagaimana. Saya belum tahu kenapa belum selesai," sesalnya.

Namun, Kohar memastikan, berdasarkan koordinasi antara pihaknya dengan Ditjen Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, rekomendasi terhadap 12 RS itu akan segera turun dalam satu sampai dua hari mendatang. "Kemarin sudah kontak dan memastikan rekom turun satu sampai dua hari ini," katanya yakin.

Meski begitu, Kohar berharap, agar ke-12 RS yang akreditasinya belum keluar tersebut, bisa tetap memberikan pelayanan kepada pasien BPJS. Sebab, kontrak kerjasama tersebut hanya terkendala masalah prosedur administrasi. "Jangan sampai prosedur administrasi mengalahkan pelayanan pada masyarakat. Jadi saya minta tetap melayani pasien BPJS," pinta Kohar.

Selain itu, Kohar juga mengaku, dalam waktu dekat akan menjadwalkan pemanggilan jajaran direktur RS untuk melakukan evaluasi masalah akreditasi. "Kami juga akan memberi pendampingan supaya akreditasi ini segera diselesaikan," tegasnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. BPJS Kesehatan
  2. Rumah Sakit
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini