Akibat bau busuk limbah pabrik, siswa SD di Sukoharjo harus pakai masker

Sabtu, 13 Januari 2018 04:06 Reporter : Arie Sunaryo
Puluhan siswa SD di Sukoharjo kenakan masker. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Bau busuk menyengat yang berasal dari limbah pabrik di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah membuat puluhan siswa SD Negeri II Plesan harus mengenakan penutup hidung (masker) saat mengikuti proses belajar mengajar, Jumat, (12/1). Kondisi tersebut sudah berulang kali terjadi.

Antok, warga setempat menyebut, bau tersebut berasal dari limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang ada tak jauh dari lokasi sekolah. Limbah pabrik rayon atau serat tekstil sintetis itu juga mengganggu warga, bahkan beberapa waktu lalu warga sempat mengungsi.

"Kasihan kalau melihat anak-anak. Ini pasti sangat mengganggu kegiatan belajar. Mereka harus memakai masker untuk mengurangi bau busuk yang sangat mengganggu. Bau ini berasal dari PT. RUM yang sudah berulang kali terjadi di lingkungan kami," ujarnya.

Tidak hanya siswa, para guru dan karyawan sekolah juga mengenakan masker. Warga khawatir jika bau yang dihirup para siswa tersebut bisa berakibat buruk bagi kesehatan mereka di kemudian hari.

Selain SD Negeri II Plesan, sejumlah sekolah juga terdampak bau asap mirip tinja yang dikeluarkan PT RUM. Di antaranya SD Atakwa, SD Negeri I Plesan dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nguter. Akibatnya proses kegiatan belajar mengajar terganggu.

"Kami berharap bau busuk ini bisa segera hilang, kasihan anak-anak. Ya kalau tidak beracun, kalau beracun dan ada efek jangka panjang, siapa yang bertanggungjawab?" ungkapnya kesal.

Sementara itu dari pihak PT. RUM hingga pertemuan terakhir (9/1) kemarin belum bisa memberikan kepastian kapan bau tersebut bisa hilang. Bahkan ada sejumlah rekomendasi dan usulan untuk mengurangi bau tersebut juga belum terealisasi. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini