Akibat Banjir Rob, Jalan RE Martadinata Depan Jakarta International Stadium Terendam

Saat ini petugas Suku Dinas Sumber Daya Air melakukan penyedotan.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Akibat Banjir Rob, Jalan RE Martadinata Depan Jakarta International Stadium Terendam
Akibat Banjir Rob, Jalan RE Martadinata Depan Jakarta International Stadium Terendam (Merdeka.com)

Kasatgas BPBD Korwil Jakarta Utara Vitus Dwi Indarto menyebut ketinggian air laut masih terus naik.

Akibatnya, jalan RE Martadinata yang berada di depan Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, turut terendam pada Jumat siang, (5/12).

“Kondisi saat ini, air laut masih terus naik dan masih bisa dilalui kendaraan bermotor,” kata dia dikutip Antara.

Pada pukul 08.30 WIB, lanjut Vitus, ketinggian air berada pada kisaran 35 sentimeter (cm). Kemudian terus meninggi hingga mencapai 40 cm pada pukul 10.00 WIB.

Oleh karena itu, petugas Suku Dinas Sumber Daya Air melakukan penyedotan dengan menggunakan dua unit pompa mobile dan dua unit pompa apung.

“Personel terus melakukan pengawasan dan peninjauan lokasi terdampak banjir rob di pesisir Jakarta Utara,” ujar Vitus.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sejumlah lokasi di Kota Jakarta Utara dan Kabupaten Seribu terendam banjir rob pada Jumat siang.

"Kami mencatat ada enam RT dan satu ruas jalan yang terdampak banjir rob hingga pukul 11.00 WIB," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Jumat.

Dia merinci terdapat dua RT di Kelurahan Pulau Panggang yang terendam banjir setinggi 10 hingga 15 cm.

Kemudian, satu RT di Kelurahan Marunda terendam banjir setinggi 15 cm dan tiga RT di Kelurahan Pluit juga terendam banjir setinggi 10 hingga 30 cm.

Selain itu, Jalan RE Martadinata di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, ikut terendam banjir setinggi 40 cm.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) pada 1-10 Desember 2025 akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fenomena fase bulan purnama dan perigee (supermoon), sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

Kondisi tersebut juga menyebabkan kenaikan tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan sehingga berstatus Bahaya atau Siaga 1 pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB dan terjadinya genangan di sejumlah wilayah Jakarta. 

Rekomendasi