Rapper Iwa Kusuma alias Iwa K menjalani rangkaian pemeriksaan di Badan Narkotika Nasional (BNN). Pemeriksaan dilakukan atas adanya permintaan rehabilitasi oleh pihak keluarga Iwa.Pemeriksaan kali ini, mantan suami Selvi KDI itu diperiksa dari sisi psikologi dan medis. Hampir 4 jam Iwa diperiksa oleh assessor BNN."Sebenarnya sudah ada surat dari penyidik direktorat narkoba Bandara Soekarno Hatta meminta BNN melakukan assessment karena ada permohonan rehab terhadap tersangka IW," ujar Kabag Humas BNN Kombes Sulistriandiatmoko, Selasa (2/5).Dia menuturkan, nantinya Iwa akan diberi sejumlah pertanyaan baik melalui wawancara secara langsung atau mengisi sejumlah pertanyaan mendetail. Prosedur ini dilakukan sebagai parameter tingkat ketergantungannya terhadap narkotika.Tidak hanya mengukur ketergantungan Iwa terhadap narkotika, Sulis mengatakan pemeriksaan itu juga sebagai pendalaman dan kajian seberapa lama dia memakai obat obatan terlarang."Jadi (dinilai) seberapa jauh tingkat ketergantungan yang bersangkutan. Metode (pemeriksaan) adalah diinterview daftar pertanyaan yang sudah disusun sedemikian rupa dan itu standar internasional dan itu pertanyaannya sangat mendetail sekali," ujarnya.Meski Iwa menjalani pemeriksaan guna pertimbangan rehabilitasi, Sukis menyebutkan proses hukum rapper tersebut ditentukan oleh penyidik Polres yang menangani kasus tersebut."Penyidiklah yang akan memutuskan apakah IW akan dimasukan ke rehab sedangkan proses hukum tetap berlanjut," pungkasnya.Seperti diketahui, dari hasil pemeriksaan Puslabfor Mabes Polri dipastikan bahwa tiga batang rokok kretek yang dibawa rapper Iwa K mengandung ganja kering siap isap seberat 1.4 gram.Ganja kering tersebut tercampur dalam tembakau rokok. Sebelum dipilah beratnya 4.04 gram. Iwa sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pasca penangkapannya di Bandara Soekarno Hatta terminal 1 B, Senin (1/5).
Ajukan rehabilitasi, Iwa K jalani tes psikologi dan medis di BNN
Ajukan rehabilitasi, Iwa K jalani tes psikologi dan medis di BNN. Nantinya Iwa akan diberi sejumlah pertanyaan baik melalui wawancara secara langsung atau mengisi sejumlah pertanyaan mendetail. Prosedur ini dilakukan sebagai parameter tingkat ketergantungannya terhadap narkotika.
Rekomendasi