Ahok Blak-blakan Golf Tempat Murah Negosiasi Minyak, Akui Rela Kursus karena Malu Enggak Bisa Mukul

Menurut Ahok, golf di kalangan pebisnis sudah menjadi hal umum. Dia bahkan mengaku terpaksa harus ikut sekolah golf saat masuk ke Pertamina.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Ahok Blak-blakan Golf Tempat Murah Negosiasi Minyak, Akui Rela Kursus karena Malu Enggak Bisa Mukul
Ahok Blak-blakan Golf Tempat Murah Negosiasi Minyak, Akui Rela Kursus karena Malu Enggak Bisa Mukul (Merdeka.com)

Permainan golf menjadi salah satu poin dipermasalahkan jaksa dalam kasus rasuah tata kelola minyak mentah Pertamina. Jaksa menilai kongkalikong atau conflict of interest terjadi saat di lapangan golf antara para pihak berperkara.

Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dihadirkan oleh tim jaksa sebagai saksi tidak menampik bahwa lapangan golf memang menjadi tempat negosiasi bagi para pebisnis.

"Bagi komisaris di periode saudara kalau pertemuan-pertemuan yang kaitannya dengan golf bersama antara direksi misalnya dengan pihak-pihak lain yang punya kepentingan sebetulnya dengan proses pengadaan itu bagaimana?" tanya jaksa di muka sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1).

Golf di Kalangan Pebisnis Lumrah

Menurut Ahok, golf di kalangan pebisnis sudah menjadi hal umum. Dia bahkan mengaku terpaksa harus ikut sekolah golf saat masuk ke Pertamina. Alasannya, banyak pihak asing yang ingin berbisnis dengan Pertamina melalui lapangan golf.

"Tapi ketika saya masuk ke Pertamina saya baru menyadari semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon ngajak main golf terus. Saya kan malu enggak bisa mukul. Saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemani mereka," ujar Ahok.



Golf Tempat Negosiasi Murah Minyak

Ahok mengatakan, golf merupakan tempat negosiasi paling murah dan sehat, dibanding ke nightclub.

"Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat, jemur, jalan dan bayarin anggota main itu sangat murah, makanya saya belajar golf, saya menjamu orang-orang Exxon untuk main golf. Dari pada ke night club? Minum-minum alkohol? Rokok? Golf di lapangan, sehat!" jelas Ahok.

Diberitakan sebelumnya, jaksa menduga ada pembicaraan mengenai penyewaan kapal atau soal pengadaan di Pertamina saat main golf di Thailand. Pembicaraan itu diyakini tim jaksa menjadi pintu rasuah.

Namun demikian, Manajer Shipping Business PT Pertamina International Shipping (PIS), Muhammad Umar Said yang dihadirkan menjadi saksi di sidang sebelumnya menyampaikan bantahan bahwa PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) membiayai acara main golf di Thailand seperti yang dituduhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia menuturkan peserta yang mengikuti acara tersebut menanggung biayanya masing-masing.



Rekomendasi