Secarik surat beredar dengan tanda tangan Setya Novanto beredar. Surat itu berisikan curhatan pada Presiden Joko Widodo.
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, tak tahu menahu terkait surat yang diduga dari Novanto. Dia juga tak bisa menilai surat tersebut asli atau tidak.
"Saya tidak tahu, saya juga bertanya-tanya apa betul surat itu, saya tahu beliau orangnya tidak pernah mengeluh, tidak pernah ngadu ke sini, ngadu ke sana," ujar Agung di Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (8/12).
Agung pribadi sudah lama tak berkomunikasi dengan Novanto setelah ketua umumnya itu ditahan KPK. Apalagi, menurutnya, KPK membatasi segala hal untuk Novanto.
"Saya kira tentu sudah dipikirkan masak-masak oleh beliau apa positif dan negatifnya, yang jelas sekarang beliau dalam keadaan terbatas dan bergerak, kami sekarang juga tidak bisa berkomunikasi," ujarnya.
Meskipun demikian, Agung menjelaskan selama berkenalan menurutnya Novanto tak pernah mengeluh apapun.
"Beliau setahu saya tidak suka mengeluh itu, tidak suka mengeluh, dia menerima itu dengan ikhlas kalaupun kalau ada yang berat biasanya dipendam sendiri, artinya beliau bisa menahan diri makanya saya bertanya tanya apa betul surat ini benar, bertanya-tanya saya ini, karena enggak biasa nya seperti itu setahu saya," kata Agung.