Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

8 Koli Masker yang Disita Polisi Dikembalikan ke Pengirim

8 Koli Masker yang Disita Polisi Dikembalikan ke Pengirim Masker Bekas. ©2020 Merdeka.com/twitter @Anelies_Syarief

Merdeka.com - Delapan koli masker yang ditahan sementara oleh Polres Kupang Kota dari terminal kargo bandara El Tari Kupang, 4 Maret kemarin telah dikembalikan kepada empat pengirim karena sesuai prosedur korporasi dan pemerintah.

"Ada empat pengirim dan setelah kita klarifikasi ternyata tidak ada masalah, atau tidak disalah gunakan sehingga dikembalikan untuk dikirim lanjut ke daerah tujuan," ungkap Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana Binti.

Walau demikian, Polres Kupang Kota akan tetap melakukan pemantauan terutama terhadap stabilitas harga, sehingga tidak ada permainan yang membuat resah masyarakat.

Kimia Farma Branch Kupang sebagai salah satu pengirim masker dengan tujuan Jakarta, memberikan penjelasan terkait pendistribusian tersebut.

Kepala Cabang Kimia Farma Unit Kupang, Nusa Tenggara Timur, Khalif Alfajri kepada wartawan menjelaskan, surat edaran Menteri BUMN tentang kewaspadaan terhadap penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), menginstruksikan kepada BUMN agar proaktif dan serius membantu pemerintah melindungi masyarakat terhadap penyebaran Covid-19.

"BUMN farmasi agar mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga alat pelindung diri, cairan antiseptic atau alat-alat sanitasi. Atas amanah tersebut, maka kami sebagai BUMN farmasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke bersatu turut membantu pemerintah, dalam dukungan melindungi masyarakat Indonesia terhadap penyebaran Covid-19," jelasnya, Rabu (11/3).

Menurutnya, pengiriman itu dilakukan lantaran stok masker di Kimia Farma Kupang tersedia. Stok level nasional untuk masker, handsanitizer, thermometer infrared dan thermometer biasa di seluruh titik kimia farma seluruh Indonesia, yang dilaporkan setiap hari kepada korporasi dilanjutkan kepada menteri BUMN dan pemerintah.

"Hal ini sangat positif sebagai contoh apabila kedepan Nusa Tenggara Timur mengalami kekosongan stok, maka akan dibantu oleh daerah lain. Proses pengiriman antar daerah akan terus berlangsung sampai kondisi nasional stabil," kata Khanif Alfajri.

Ia menambahkan, menjaga stabilitas harga alat pelindung diri, cairan antiseptic atau alat-alat sanitasi yang tervalidasi per 4 Maret harga jual di 1235 outlet seluruh Indonesia, sebesar Rp2000 per pcs. Penjualan juga dibatasi yakni maksimal 2 pcs per orang untuk pemerataan.

"Kimia Farma sebagai BUMN membantu masyarakat menjaga stabilitas harga ditengah melonjaknya harga masker, yang saat ini dijual dengan harga Rp245.000 per box (berisi 50 pcs). Kimia Farma menjual Rp2000 per pcs atau setara dengan Rp100.000 per box. Selisih tersebut kami nilai tidak menjadi kerugian, melainkan sebagai bantuan kemanusiaan terhadap wabah Virus Corona di Indonesia," tutupnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP